29 September 2019, 18:41 WIB

Trump Kecam Demokrat atas Proses Pemakzulannya


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/ Saul Loeb
 AFP/ Saul Loeb
Donald Trump

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump berusaha meredam proses pemakzulan terhadap dirinya dengan meyakinkan pendukungnya bahwa ia berjuang untuk kepentingan rakyat.

Pernyataan Trump itu disampaikan di tengah skandalnya isi perbincangan teleponnya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy jadi amunisi bagi Demokrat memulai proses pemakzulan.

Dalam video yang diunggap di di akun Twitternya, Trump mengatakan bahwa hak-hak warga Amerika sedang terancam oleh Demokrat.

"Demokrat ingin mengambil senjata Anda, mereka ingin mengambil pelayanan kesehatan Anda, mereka ingin mengambil suara Anda, mereka ingin mengambil kebebasan Anda. Kita tidak akan pernah membiarkan ini terjadi, karena negara kita dipertaruhkan seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Semuanya sangat sederhana. Mereka berusaha menghentikanku karena aku berjuang untukmu, dan aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi," ujarnya, Sabtu (28/9).

 

Baca juga: Suriah Minta Pasukan AS dan Turki Segera Hengkang

 


Dalam cicitan berikutnya, Trump kembali mengulangi tuduhannya bahwa penyelidikan pemakzulannya adalah witch hunt. Trump juga mengatakan Kepala Komite Intelijen di DPR AS Adam Schiff, yang memimpin penyelidikan pemakzulan dirinya, telah memfitnah dan mencemarkannya, dan mendesaknya agar mengundurkan diri dari Kongres.


Partai Demokrat seperti mendapat durian runtuh kala tersiar kabar soal protes seorang pegawai pemerintah AS. Protes oleh pegawai tersebut terkait telepon Presiden AS Donald Trump kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada 25 Juli. Awalnya, Trump memberikan selamat kepada Zelensky yang terpilih menjadi presiden. Belakangan, dalam percakapan telepon itu, Trump meminta Zelensky menyelidiki dugaan pelanggaran oleh Joe Biden dan putranya, Hunter Biden.

Joe Biden adalah mantan Wakil Presiden AS dan salah satu bakal calon presiden AS dari Partai Demokrat. Adapun Hunter pernah bekerja di perusahaan gas Ukraina. Trump menduga Joe Biden menggunakan kewenangannya sebagai Wapres AS untuk menutupi pelanggaran anaknya selama bekerja di Ukraina. Sebelum telepon itu, Trump disebut meminta pencairan bantuan senilai 400 juta dollar AS bagi Ukraina ditangguhkan.

Komite kongres yang melakukan penyelidikan pemakzulan Trump telah memerintahkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo untuk menyerahkan dokumen terkait Ukraina.

Mantan Duta Besar AS untuk Ukraina Marie Yovanovitch, yang dilaporkan Trump dikeluarkan awal tahun ini karena menentang upayanya menekan Ukraina menyelidiki Biden akan menjalani wawancara.

Selain Marie, pejabat Departemen Luar Negeri AS lainnya yang akan diwawancara ialah utusan khusus AS untuk Ukraina Kurt Volker yang telah mengundurkan diri, Wakil Asisten Sekretaris George Kent, Penasihat Departemen Luar Negeri AS T. Ulrich Brechbuhl, dan Duta Besar AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland. (CNA/OL-8)

BERITA TERKAIT