29 September 2019, 14:30 WIB

Ekspor Indonesia ke Bosnia dan Herzegovina Meningkat


Patna Budi Utami | Internasional

MI/Patna Budi Utami
 MI/Patna Budi Utami
Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina Amelia Achmad Yani (ketiga dari kanan) saat mengunjungi stan Infonesia di Sarajevo Halal Fair

NERACA perdagangan Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina meningkat drastis sepanjang Januari-Juni 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Peningkatannya mencapai 335% lebih dengan total nilai ekspor US$979.745.

Direktur Indonesia Trande Promotion Center (ITPC) yang berkantor di Budapest, Hongaria Addy Perdana Soemantry mengatakan, pada periode Januari-Juni 2018, angka ekspor ke salah satu negara di Semenanjung Balkan itu sebesar US$225.556.

Ia menyebut ekspor terbesar terjadi pada produk elektronik yang dalam enam bulan pertama tahun ini mencapai angka US$544.238.

Ekspor terbesar kedua adalah produk kimia oxygen-function amino-compounds dari US$20.876 menjadi US$128.322.

Baca juga: Kuliner Indonesia Diperkenalkan di Bosnia

Sementara itu, ekspor tekstil mencapai angka S$98.256 atau naik 159% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai US$37.826.

Addy mengatakan potensi ekspor ke negara Bosnia dan Herzegovina sangat besar.  Hal itu karena banyak produk yang belum diproduksi di negara itu. Padahal, ekonomi Bosnia terus meningkat. Begitu pula negara-negara lain di Eropa timur dan tengah lainnya.

"Indikator peningkatan ekonomi terlihat dari banyaknya pembangunan fisik. Makin banyak pembangunan gedung, berarti ekonomi makin tumbuh. Kondisi ekonomi masyarakat menengah ke atasnya juga meningkat," katanya di sela-sela acara Sarajevo Halal Fair 2019 di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, akhir pekan lalu.

Seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Patna Budi Utami dari Sarajevo, Addy mengatakan produk elektronik yang ekspornya meningkat drastis berupa komponen alat-alat telekomunikasi. Antara lain produk yang dibuat perusahaan multinasional di Indonesia.

Menurut Addy, untuk terus memanfaatksn peluang pasar dengan meningkatkan ekspor ke Bosnia dan Herzegovina,  perlu kerja sama dengan distributor-distributor besar di negara itu. Alasannya, ekspor melalui distributor besar membuat pemasaran lebih cepat.

Pada Sarajevo Halal Fair 2019 atau gelaran kedua sejsk 2028, ITPC selain memamerkan produk makanan, kali ini juga memperkenalkan beberapa jenis beras organik. Antara lain, beras berserat tinggi untuk diet dan beras dengan kadar gula rendah untuk penderita diabetes.

Peminat komoditas itu, ujarnya, sangat tinggi. Banyak pengunjung bertanya di mana bisa mendapatkan beras-beras tersebut. Bahkan ada yang memaksa membeli komoditas yang dipamerkan, padahal beras-beras tersebut belum.hadir di pasar Bosnia.

"Kami sedang mencari distributor besar untuk bekerja sama memasarkannya. Ini adalah potensi besar yang tidak akan mengganggu kebutuhan beras dalam negeri. Karena ini bukan beras untuk konsumsi umum," kata Addy.

Hal senada disampaikan pengusaha Indonesia, Halim Kala, yang juga hadir di acara Sarajevo Halal Fair 2019.

Ia menyebutkan potensi pasar produk Tanah Air di Bosnia dan Herzegovin tinggi, Termasuk produk halal. Sebab, produk halal bukan hanya diminati muslim, tetapi juga oleh nonmuslim, karena halal identik dengan higienis saat pemrosesannya.

Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina Amelia Achmad Yani mengatakan Indonesia selalu mendapat undangan sebagai peserta Sarajevo Halal Fair dari Bosna Bank Internasional (BBI) sebagai penyelenggara. Penyelenggaraan Halal Fair setiap tahun dibiayai oleh Islamic Development Bank.

Melalui Sarajevo Halal Fair, Indonesia juga terus berupaya mempopulerkan kuliner Tanah Air. Kali ini Kedutaan Besar RI di negeri itu mengenalkan masakan negeri tercinta mi rebus Medan.

Berbeda dengan mi rebus lainnya, mi rebus Medan yang dikenalkan kepada para pengunjung dan peserta pameran itu merupakan mi berkuah kental dengan toping sea food dan telur rebus.

Promosi kuliner Indonesia tersebut dilakukan sekaligus dengan memperlihatkan cara pengolahannya oleh warga negara Indonesia yang sehari-hari gemar memasak, Dimas Tjahjono Drajat.

Pada Sarajevo Halal Fair 2018, stand Indonesia memperkenalkan nasi goreng dan sate ayam.

Seperti halnya pada Halal Fair terdahulu, kali ini, para pengunjung antusias untuk mencicipi kuliner Indonesia yang dikenal ksya bumbu dan rempah-rempah. Tidak mengherankan saat ketika selesai diolah, puluhan porsi mi medan itupun langsung habis dinikmati para pengunjung.

Para pengunjung yang mencicipi mi Medan terlihat terkesima setelah suapan pertama.

"Ini rasa baru bagi kami," kata salah seorang pengunjung yang mendapat kesempatan menikmati semangkuk mi rebus itu. (OL-2)

BERITA TERKAIT