29 September 2019, 13:58 WIB

Istana tidak Khawatir Terkait Rencana Pelengseran Jokowi


Nur Aivanni | Politik dan Hukum

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo

TENAGA Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan pihaknya tidak khawatir terkait rencana pelengseran Presiden Joko Widodo sebelum pelantikan pada Oktober mendatang.

Hal itu disampaikannya saat menanggapi pernyataan Politikus Senior Partai Gerindra Permadi yang mengungkapkan rencana melengserkan Presiden Joko Widodo sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden yang digelar pada 20 Oktober 2019.

"Tidak ada sedikit pun kekhawatiran," ucap Ngabalin saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (29/9).

Ia pun menilai rencana yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Permadi pada Sabtu (28/9) itu inkonstitusional.

"Itu inkonstitusional kalau materi itu yang mereka bahas. Mereka melawan negara. Melawan ketentuan hukum dan perundang-undangan," jelasnya.

Baca juga: Advokat Ingatkan Pedemo Berhak atas Bantuan Hukum

Ngabalin pun menyampaikan tidak ada langkah yang akan dilakukan mencegah rencana tersebut. Hal itu, kata dia, merupakan ranah Kepolisian.

"Biar saja nanti polisi yang berurusan dengan mereka," ucapnya.

Politikus Senior Partai Gerindra Permadi menggelar pertemuan tertutup dengan Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen (Purn) Sunarko hingga Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath pada Sabtu (28/9) kemarin.

Usai pertemuan, Permadi menyampaikan ada rencana melengserkan Presiden sebelum jadwal pelantikan pada Oktober mendatang. (OL-2)

BERITA TERKAIT