29 September 2019, 16:30 WIB

Suriah Minta Pasukan AS dan Turki Segera Hengkang


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Delil SOULEIMAN
 AFP/Delil SOULEIMAN
Dua personel militer AS berjalan melewati kendaraan militer Turki di Suriah.

SURIAH menuntut penarikan segera semua pasukan asing dari wilayah mereka. Damaskus menyatakan berhak mengambil tindakan jika pasukan asing itu tetap berada di dalam wilayah mereka.

"Amerika Serikat (AS) dan Turki mempertahankan kehadiran militer ilegal di Suriah utara," ujar Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem dalam pidatonya kepada Majelis Umum PBB, Sabtu (28/9) waktu setempat.

"Setiap pasukan asing yang beroperasi di wilayah kami tanpa otorisasi adalah pasukan pendudukan dan harus segera ditarik," serunya.

Perang saudara delapan tahun yang menghancurkan Suriah telah menarik banyak militer asing dan ribuan pejuang asing yang berjuang mendapatkan kekuasaan.

Baca juga: Utusan Khusus Trump untuk Ukraina Mundur

Sementara sebagian besar wilayah negara telah direbut kembali oleh pemerintah, pemberontak bersenjata masih mengontrol Idlib di barat laut, dan timur laut yang kaya minyak, yang dikuasai kelompok Kurdi yang didukung AS.

"Puluhan ribu pejuang teroris asing telah dibawa ke Suriah dari lebih dari 100 negara dengan dukungan dan perlindungan negara-negara yang diketahui semua orang," tambahnya.

Menteri Suriah mengimbuhkan negara-negara ini menggunakan 'terorisme' sebagai 'alat untuk memaksakan agenda berbahaya mereka pada orang-orang dan pemerintah yang menolak perintah eksternal mereka'.

Perang telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan jutaan orang terlantar sejak 2011, memicu krisis pengungsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. (Al Jazeera/OL-2)

BERITA TERKAIT