29 September 2019, 10:30 WIB

Pelajar Di Lembata Diajak Gunakan Internet Sehat


Alexander P Taum | Nusantara

MI/Alexander P Taum
 MI/Alexander P Taum
Sosialisasi internet sehat di Lembata

DINAS Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lembata dalam tahun anggaran 2019 pada Triwulan ke-3 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Internet Sehat ke sekolah-sekolah di 9 kecamatan se-kabuaten Lembata.

Sasaran pelaksanaan kegiatan sosialisasi internet sehat tersebut yakni SMPN 2 Omesuri Satap Wailolong, SMPN 7 Maret Hadakewa di Merdeka, SMPN 1 Atadei, SMPN 1 Nagawutung, SMPN 1 Wulandoni di Puor, SMPN Satap Holoriang, SMPN2 Ile Ape Timur Satap Waiwaru, serta SMP dan SMA Swasta Anugerah Kasih Lewoleba.

Sosialisasi internet sehat di setiap sekolah itu, disambut antusias pimpinan sekolah dan jajaran pendidikan setempat.

Hal itu terlihat dengan banyaknya peserta sosilalisasi, rata-rata 250 siswa di setiap sekolah hingga total peseta yang mengikuti sosialisasi internet sehat mencapai 2.000 peserta pada 2019.

“Saat ini, anak sekolah rata-rata memiliki HP Android. Mereka dengan mudah mengakses Informasi apa saja di media sosial baik yang positif maupun yang negatif,” ujar Kepala SMPN 1 Nagawutung Jon Jone Wadan,  di awal kegiatan.

Baca juga: Terapung 5 Hari, SAR Maumere Selamatkan KM Flotim 15

Jon Jone berharap Dinas Kominfo memberikan materi praktis yang menggambarkan aspek baik dan buruknya media sosial serta tindakan yang berdampak hukum sesuai peraturan perundang-undangan dalam bidang komunikasi.

Ia mengaku, ada manfaat yang positif  bagi siswanya dalam memanfaatkan teknologi internet.

Kepala Dinas Kominfo Lembata Markus Labi di ruang kerjanya menyatakan kebijakan menyosialisasikan internet sehat ke lembaga pendidikan adalah langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik berupa ilmu, iman dan aklak mulia di Kabupaten Lembata, khususnya bagi anak anak sekolah dalam menghadapi perkembangan teknologi Informasi dan media sosial yang kian pesat dari hari ke hari.  

“Perkembangan teknologi saat ini tidak bisa kita dihindari dan semua kita masuk di dalamnya termasuk anak anak sekolah kita. Yang terpenting, menurut Kadis Kominfo, adalah membangun pemahaman masyarakat  tentang aturan aturan hukum dan etika dalam berkomunikasi, perlunya internet dan media sosial dalam hal hal yang positif  yakni sebagai media komunikasi yang efektif, pengembangan ilmu pengetahuan dan seni, peningkatan ekonomi dengan berbisnis  secara online dan manfaat positif lainnya,” ujarnya.

Dalam menyosialisasikan internet sehat tersebut para siswa dihibur dengan menyaksikan video edukatif  berdurasi pendek akibat negatif media sosial, video cara kerja internet, dan sajian materi lainnya.

Dalam program kerja 2020 akan dilanjutkan dengan mengampanyekan antihoaks ke masyarakat luas dan sosialisasi internet sehat ke lembaga pendidikan SLTA yang ada di Kabupaten Lembata. (OL-2)

BERITA TERKAIT