29 September 2019, 09:30 WIB

29 Anggota Potensi SAR Maumere Digembleng Enam Hari


Alexander P Taum | Nusantara

MI/Alexander P Taum
 MI/Alexander P Taum
Pelatihan SAR Maumere

SETELAH digembleng selama enam hari, terhitung sejak 23-28 September 2019, 29 Peserta pelatihan Potensi SAR Pertolongan di Permukaan Air (water rescue) dinyatakan lulus.

Para potensi SAR yang terdiri dari sejumlah elemen organisasi di Kabupaten Flores Timur itu akhirnya diterima menjadi anggota resmi Kansar Maumere.

Para peserta tersebut akan dipanggil jika sesewaktu terjadi musibah dan bencana khususnya di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere.

Ketua panitia pelatihan Karel Roni Ileng kepada Media Indonesia, Minggu (29/9), menjelaskan, setelah enam hari dilatih, 29 peserta itu memahami Substansi Badan Nasional Pencarian dan pertolongan (SARNAS), Peserta juga mampu melakukan praktik renang gaya bebas, gaya dada, dan gaya gunting, peserta mampu mempraktikan watter trapen, mempraktikan cara menggunakan Personal Floating Device (PFD), Peserta juga mampu mempraktikan teknik pengangkatan perahu karet, peserta mampu mempraktikan teknik-teknik mendayung, peserta mampu mempraktikan cara memasang dan mengoperasikan motor tempel, peserta mampu mempraktikan pertolongan pertama (first aid) pada korban kecelakaan di perairan, Teknik Defend dan Teknik release, Teknik Towing and carry.

Baca juga: Jumlah Titik Panas Karhutla Menurun Drastis

“Peserta berasal dari TNI/Polri, instansi pemerintah, organisasi nonpemerintah, badan usaha dan masyarakat berpotensi SAR, dengan mengerahkan instruktur dan pelatih, dari kantor SAR kelas B Maumere. Pelatihan ini juga melibatkan observer dari balai diklat badan nasional pencarian dan pertolongan, ” ujar Karel.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, I Putu Sudayana menghadiri langsung upacara penutupan pelatihan yang dilaksanakan di Pantai Asam Satu Beach, Sabtu (28/9).

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pemerintah di Kabupaten Flores Timur yang telah mendukung penuh kegiatan pelatihan potensi SAR pertolongan di permukaan air (Water Rescue) 2019 di Kota Larantuka, serta rasa terima kasih kepada panitia dan tim yang telah bekerja keras tanpa mengenal lelah demi terlaksananya pelatihan potensi SAR pertolongan di permukaan air (Water Rescue) di Larantuka sehingga dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan,” ujar Putu .

Putu berpesan kepada seluruh peserta pelatihan bahwa pelatihan potensi SAR ini merupakan bentuk pembelajaran awal, sehingga setelah menyelesaikan program pelatihan ini para peserta nantinya akan memiliki sikap mental sebagai potensi SAR di bidang kemanusiaan yang mampu mengaplikasikan seluruh teori dan keterampilan yang telah didapatkan selama pelatihan sehingga bisa dibutuhkan pada saat terjadi musibah dan bencana khususnya di wilayah kerja kantor pencarian dan pertolongan kelas B Maumere.

“Seluruh peserta kegiatan pelatihan potensi SAR pertolongan di permukaan air (Water Rescue) sebanyak 29 orang dinyatakan lulus, selama pelatihan di Kabupaten Flores Timur berlangsung dengan baik, seluruh Peserta antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan pelatihan dan seluruh peserta dalam kondisi sehat,” ujar  Putu. (OL-2)

BERITA TERKAIT