29 September 2019, 09:20 WIB

Fajar/Rian Bidik Gelar Kedua


Despian Nurhidayat | Olahraga

Dok. PBSI
 Dok. PBSI
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfi an/Muhammad Rian Ardianto.

MENJADI satu-satunya wakil Indonesia di final bulu tangkis Korea Terbuka 2019, hari ini, pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyiapkan­ segalanya untuk menjadi yang terbaik.

Fajar/Rian meraih final kedua tahun ini sejak memenangi Swiss Terbuka, pada Maret lalu, setelah pada laga semifinal di Incheon Airport Skydome Korea, kemarin, menyudahi perlawanan unggulan ketiga asal Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen dua gim langsung 27-25 dan 22-20. Lawan di laga pemungkas, yakni unggulan empat asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda yang menyisihkan ganda tuan rumah Choi Sol-gyu/Seo Seung-jae 21-13, 21-14.

“Ketemu pasangan Jepang dan semua pemain mereka memang ulet, jadi enggak akan gampang. Siap capek dan siapkan staminanya, fokusnya, mentalnya. Apalagi, kalau final kan paling penting mentalnya. Kemarin kami sempat ketemu di Tiongkok Terbuka, tapi kondisi lapangannya di sana dan di Korea ini berbeda. Jadi, pasti kami harus mengantisipasi lagi,” ungkap Fajar dilansir dari keterangan resminya, kemarin.

Dari rekor pertemuan, Fajar/Rian tertinggal dari pasangan Kamura/Sonoda. Di sembilan kali bentrok, pasangan Jepang yang menempati peringkat keempat dunia itu unggul dengan lima kemenangan.

Namun, di pertemuan terakhir pada ajang Tiongkok Terbuka 2019, pekan lalu,

Sumber: BWF

 

Fajar/Rian meraih hasil positif. Mereka mengungguli Kamura/Sonoda di babak perempat final dengan skor 23-21 dan 22-20.

Meskipun begitu, Rian tak mau terlalu percaya diri dengan hasil positif dalam pertemuan terakhir mereka. Dia mengatakan bahwa dalam pertandingan nanti mereka harus memaksimalkan permainan mereka.

“Besok (hari ini) harus lebih fokus dan jaga stamina. Semua harus lebih dipersiapkan lagi,” tambah Rian.

Modal melewati permainan penuh tekanan telah dilalui Fajar/Rian dengan apik di semifinal, kemarin. Meskipun dari catatan rekor pertandingan, Li/Liu unggul, Fajar/Rian mampu menghapus semua itu.

Fajar/Rian mampu mengatasi tekanan di angka-angka kritis, di gim pertama dan gim kedua, untuk unggul di laga yang berlangsung selama 44 menit. “Alhamdulillah kami bersyukur bisa sampai ke babak final karena kami juga sudah lama enggak masuk final,” jelas Fajar yang kini bersama Rian menempati peringkat keenam dunia.

 

Terhenti

Keberhasilan Fajar/Rian lolos ke final, gagal diikuti ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Mampu menembus hingga empat besar, Rinov/Pitha kalah dari peringkat ketiga dunia asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai melalui pertarungan rubber-game 22-20, 11-21, 18-21. Rinov/Phita gagal membalas kekalahan di Jerman Terbuka, pada Februari silam.

Ini merupakan semifinal pertama bagi pasangan pelapis ganda campuran Rinov/Pitha. Padahal, pasangan yang kini menempati peringkat ke-21 dunia itu sebelumnya  mengalahkan juara bertahan, He Jiting/Du Yue asal Tiongkok.

Seusai laga, Pitha mengakui ketika serangan tidak tembus, membuat mereka melakukan kesalahan. “Masih enggak konsisten di poin-poin akhir. Masih banyak yang harus diperbaiki,” jelasnya. (Badminton.org/R-2)

BERITA TERKAIT