29 September 2019, 07:40 WIB

Jumlah Titik Panas Karhutla Menurun Drastis


Atikah Ishmah Winahyu | Nusantara

MI/Rifaldi Putra Irianto
 MI/Rifaldi Putra Irianto
Pengawas dan penyidik dari Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel lahan konsesi seluas 1.200 hektare mil

UPAYA Tim Satgas Gabungan Manggala Agni, TNI, Polri, BPPT, BMKG, BNPB, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api menunjukkan hasil. Dalam sepekan terakhir, jumlah titik panas mengalami penurunan signifikan, yakni sebesar 90%.

Pemantauan Satelit Modis yang digunakan BMKG menunjukkan, pada 23 September 2019, jumlah titik panas di seluruh Indonesia berjumlah 1.374 dengan rincian Riau 134 titik, Jambi 324 titik, Sumatra Selatan (337), Kalimantan Barat (20), Kalimantan Tengah (279), Kalimantan Selatan (49), dan Kalimantan Timur 11 titik.

Sumber: BMKG/Tim MI

 

Pada Jumat (27/9) pukul 22.12 WIB, satelit mencatat jumlah titik panas menjadi 223 di seluruh Indonesia dengan rincian Riau hanya 9 titik, Jambi (96), Sumatra Selatan (8), Kalimantan Barat (1), Kalimantan Tengah (1), Kalimantan Selatan (1), dan Kalimantan dan Timur 33 titik (lihat grafik).

“Teknologi modifikasi cuaca (TMC) BPPT sangat membantu pemadaman di darat sehingga dapat menurunkan jumlah titik panas,” kata Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Djati Witjaksono Hadi, dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Secara keseluruhan jarak pandang di wilayah rawan karhutla cukup baik sehingga penerbangan masih dapat dilakukan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, yakni cuaca masih sedikit berasap dengan jarak pandang 1 km. Begitu halnya di Kalimantan Barat, kondisi cuaca yang berawan dengan jarak pandang 7 km, pukul 06.00 pagi beberapa pesawat berhasil lepas landas.

“Secara nasional usaha Satgas Karhutla tahun ini mampu meredam penyebaran titik panas dan titik api sebesar 55,74% jika dibanding pada 2015. Artinya, secara umum pemerintah berhasil mengurai kusutnya bencana karhutla,” ujar Djati.

Kementerian LHK telah melakukan pembasahan lahan sejak Februari 2019 di seluruh wilayah daerah operasional Manggala Agni. Tercatat ada 38 daerah Manggala Agni yang serentak membasahi lahan bersama-sama dengan jumlah personel 29.039 orang.

Segel lagi

Dirjen Penegakan Hukum Kementerian LHK, Rasio Ridho Sani, menyegel lahan konsesi seluas 1.200 hektare milik PT Ricky Kurniawan Kertapersada (RKK) yang berlokasi di Jambi.

“Hari ini kita bersama-sama dengan pengawas dan penyidik KLHK dan didampingi teman-teman dari dinas pengawas dari Dinas ­Lingkung­an Hidup Provinsi Jambi menyegel lokasi karhutla PT Ricky Kurniawan ­Kertapersada (RKK),” ungkap Rasio Ridho Sani yang lebih akrab ­dipanggil Roy di Jambi, kemarin.

Dikatakannya, lokasi karhutla tersebut sebelumnya juga pernah mengalami kebakaran pada 2015 seluas hampir 600 hektare. Ketika itu, PT RKK digugat secara perdata dan sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Namun, lokasi ini terbakar lagi dengan luas sekitar 1.200 hektare. Kami akan menempuh langkah tegas terhadap lokasi yang pernah terjadi karhutla setelah 2015,” lanjut Roy.

Karhutla telah menyebabkan berbagai macam dampak kerugian, mulai kesehatan, perekonomian, hingga perusakan ekosistem. ­Kementerian LHK hingga saat ini berhasil menyegel 63 lahan yang mengalami karhutla.

“Jumlahnya pasti bertambah. Kami  telah menyegel 62 lahan konsensi yang terbakar milik perusahaan dan satu perseorangan. Total luas keseluruhannya mencapai 11 ribu hektare. Kami menugasi tim khusus yang berjumlah 80 penyidik dan 100 ­pengawas untuk menegakkan hukum di lapangan,” tandas Roy. (Rif/X-3)

BERITA TERKAIT