28 September 2019, 18:52 WIB

Ketua KOI Mendatang Diharapkan Memperkuat Olahraga Indonesia


Ghani Nurcahyadi | Olahraga

Dok. Komite Olimpiade Indonesia
 Dok. Komite Olimpiade Indonesia
Ketua umum KOI erick Thohir

KETUA umum Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir akan segera mengakhiri jabatannya sebagai ketua umum KOI periode 2015-2019. Tim Penjaaringan Bakal Calon Ketua Umum KOI periode berikutnya pun telah dibentuk pada 25 September lalu.

Erick yang menduduki kursi ketua umum KOI sejak 1 November 2015 berharap ketua umum KOI berikutnya merupakan sosok yang bisa memperkuat dan membesarkan olahraga di Indonesia.

Hal itu karena sejumlah tugas berat menanti ketua umum KOI berikutnya, salah satunya ialah memastikan Indonesia bisa terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

"Selain itu juga mempertahnkan tradisi emas di Olimpiade Tokyo 2020. Banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan demi kejayaan olahraga Indonesia. Insyaallah mereka yang terpilih dapat mensukseskan apa yang sudah saya buatkan fondasinya," kata Erick dalam keterangan tertulis.

Pendaftaran bakal calon ketua umum KOI dibuka sejak Jumat (27/9) dan akan ditutup pada Minggu, 6 Oktober nanti. Tim Penjaring bukan hanya membuka pendaftaran calon ketua umum KOI saja.

Baca juga : KOI Percepat Pemilihan Ketua Umum

Pendaftaran juga dibuka untuk posisi wakil ketua umum dan anggota Komite Eksekutif KOI. Selain itu, juga dibuka pendaftaran untuk Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) dan Dewan Etik KOI.

Saya dan tim penjaring akan bekerja secara fair sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Kami berharap para bakal calon yang akan mendaftar adalah figur-figur yang peduli olahraga dan mengerti tugas masing-masing, serta dapat dipertanggungjawabkan," ujar Erick.

Untuk menjadi bakal calon ketua umum KOI, disyaratkan membawa dukungan tertulis dari 30 cabang olahraga anggota KOI. Untuk anggota Komite Eksekutif KOI harus membawa dukungan dari 15 cabang olahraga. Sementara calon anggota Badan Arbitrase harus membawa dukungan 10 cabor.

Syarat administratif lainnya yang perlu dibawa ialah memiliki pengalaman di dalam organisasi dan kegiatan olahraga tingkat nasional dan internasional, tidak pernah dijatuhi hukuman penjara yang dibuktikan lewat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Khusus untuk bakal calon ketua umum KOI dan Wakil Ketua Umum KOI, harus melampirkan visi misi dan bersedia memperkenalkannya dalam sidang kongres. Berkas pendaftaran bisa diambil di kantor KOI, FX Sudirman.

Sementara itu, hingga saat ini diketahui baru satu orang mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum KOI, yaitu ketua umum Pengurus Besar Ikatan Sprot Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT