27 September 2019, 01:40 WIB

Jasa Tirta II Jamin Panen Raya


(CS/BY/AD/BB/BK/YK/JS/FB/N-2) | Nusantara

DI tengah musim kemarau panjang, petani di Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar panen raya, kemarin. Pasokan air dari Waduk Jatiluhur membuat mereka tetap bisa panen.

"Perum Jasa Tirta II menjamin pasokan air bagi persawahan di wilayah ini. Panen raya ini merupakan keberhasilan bersama antara pengelola air dan petani dalam mengoptimalkan air di tengah musim kemarau panjang," ungkap Direktur Utama Jasa Tirta II, U Saefudin Noer, kemarin.

Menurutnya, petani di Karawang mendapat pasokan air dari irigasi Saluran Induk Tarum Utara Cabang Barat. Saluran ini merupakan satu kesatuan sistem irigasi Daerah Irigasi Tarum Utara dengan total luasan lebih dari 45 ribu hektare. Irigasi ini mengalir ke Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, dan sebagian In-dramayu.

Keandalan Waduk Jatiluhur terpelihara karena Jasa Tirta II melakukan upaya pelestarian alam bersama dengan PTPN VIII dan Perhutani. Bersama-sama mereka mengembalikan fungsi area tangkapan air dengan menanam pohon.

Saefudin juga mengajak warga dan petani terus meme-lihara sungai. "Kita gotong royong mengelola air. Pogram bersih-bersih di sungai, ben-dungan, waduk, dan saluran harus mendapat dukungan semua pihak."

Saluran irigasi yang terpeli-hara baik juga membuat sejumlah area pertanian di Jawa Barat tetap produktif. Karena itu, Bulog mengaku serapan beras yang dilakukannya masih tetap tinggi.

"Sampai saat ini, kami sudah menyerap beras 97% dari target. Bulog Jawa Barat mendapat tugas menyerap 202 ribu ton hingga akhir 2019, dan saat ini sudah masuk ke gudang sebanyak 197 ribu ton," ungkap Humas Bulog Abdul Hadi.

Dia menilai musim kemarau ini tidak berpengaruh terha-dap produktivitas padi di Jawa Barat, terutama di daerah utara. "Panen di Karawang, Indramayu, dan Cirebon tetap bagus," tandasnya.

Tidak hanya ke Bulog, petani di Priangan Timur, seperti Ga-rut, Tasikmalaya, Banjar, dan Pangandaran juga mampu memenuhi kebutuhan tengkulak dan penggilingan padi.

"Harganya sedang bagus. Kami banyak menjual ke penggilingan dan tengkulak," aku Ketua Gabungan Kelompok Tani Kota Tasikmalaya Yuyun Suyud. Saat ini, harga gabah basah bisa mencapai Rp5.300 dan gabah kering gi-ling Rp6.400. (CS/BY/AD/BB/BK/YK/JS/FB/N-2)

BERITA TERKAIT