24 September 2019, 15:56 WIB

Menristek Ajak Mahasiswa Mengedepankan Dialog


Depi Gunawan | Nusantara

MENTERI Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengharapkan, mahasiswa mengedepankan dialog dalam menyuarakan penolakan terhadap Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

"Saya harapkan mahasiswa lebih dewasa dalam melihat ini, bukan hanya menghadapi sesuatu dengan emosi. Mohon maaf, saya harapkan mahasiswa mencermati pada apa yang didemokan," kata Nasir usai meresmikan Cimahi Technopark, Selasa (24/9).

Dia kembali memohon kepada mahasiswa agar kembali ke kampus daripada melakukan gerakan demo. Nasir menegaskan, pemerintah memastikan bahwa penguatan KPK sangat penting dan jangan sampai terjadi pelemahan. Namun begitu, jika memang terdapat poin yang harus diperbaiki, maka harus diperbaiki.

"Presiden mengatakan penguatan menjadi penting tapi tidak serta-merta. Tidak ada sesuatu selamanya pegang itu. Perlu perbaikan, diperbaiki, jangan skeptis dan alergi terhadap perbaikan. Apalagi UU KUHP warisan Belanda dan perlu disesuaikan," ujarnya.

Menteri mengaku tidak akan memberikan sanksi kepada mahasiswa yang berdemo. Karena mahasiswa memiliki kreativitas, inovasi dan pikiran yang pintar namun perlu diarahkan dengan baik. Nasir pun mengharap, aksi yang dilakukan mahasiswa ini murni atas pikiran sendiri. Kepada para rektor, Nasir mengimbau untuk mengajak mahasiswanya berdialog serta melarang berbuat anarkis.

baca juga: Surat Bus Tak Lengkap, Ratusan Mahasiswa Tertahan di Brebes

"Mudah-mudahan ini bisa diselesaikan dengan baik. Saya tidak alergi terhadap demo. Kalau memang itu tidak sesuai, ada media yang lain. Kita ke Mahkamah Konstitusi diuji bersama," jelasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT