24 September 2019, 09:52 WIB

Korsel Mencari Pasar Industri Pertahanan ke Kawasan ASEAN


mediaindonesia.com | Internasional

Istimewa
 Istimewa
Pertemuan perwakilan Korea Selatan, wakil KADIN, dan pejabat Indonesia. 

WALI Kota Changwon, Huh Sung-mu, bersama dengan Presiden Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA), Kwon Pyeong-oh, mengirim delegasi perdagangan ke  Indonesia selama lima hari dari 18 September hingga  22 September 2019.

Kedua pejabat Korea Selatan (Korsel) itu datang ke Indonesia  untuk membuka pasar-pasar strategis di luar negeri, di kawasan ASEAN yang sedang berkembang dan memperluaskan ekspor produk industri pertahanan usaha kecil menengah (UKM).

Delegasi Perdagangan  telah menandatangani 65 kontrak  ekspor dengan nilai  US$130 juta dan  telah terealisasi sebesar US$11.800.000 atau setara 14 miliar won untuk tujuh perjanjian kerja. Pihak penanggung jawab pembelian senjata melalui dua kali pertukaran pertemuan perusahaan jembatan ekspor dan pertukaran mitra kerja sama ekonomi  dan lain-lain telah menuaikan hasil. 

Pertemuan konsultasi ekspor yang diadakan pada  20 September itu dihadiri oleh 40 perusahaan yang terdiri dari 100 orang sebagai pembeli. Pertemuan konsultasi ekspor itu menarik perhatian pers.

Nilai kontrak ekspor perusahaan-perusahaan adalah sebagai berikut: T-IC co LTD sebesar US$4.800.000 USD, Daemyung co.LTD sebesar US$4.500.000,  Changwon Tech Precision Corp sebesar US$1.500.000. Khusus Beomhan Industri co. LTD kali ini nilai kontrak ekspornya adalah sebesar US$1000.000, akhir tahun ini kontrak ekspornya dengan PT Professtama International akan mencapai 10 juta USD.

Delegasi Perdagangan Industri Pertahanan, yang terdiri dari 15 perusahaan anggota Dewan Usaha Kecil Industri Pertahanan Changwon, yang diketuai Oh Byung-hu dan diselenggarakan Kota Changwon sebagai bagian dari Proyek Pendukung Ekspor Industri Small and Medium-sized Enterprise (SME) di Indonesia. Hal ini dipromosikan oleh Kelompok Pendukung KOTRA dan Pusat Perdagangan Jakarta.

Delegasi Perdagangan Industri Pertahanan Changwon telah bertukar dengan pejabat pertahanan Indonesia, termasuk konsultasi ekspor, pertemuan pertukaran dengan pejabat senior pemerintah termasuk Laksamana TNI AL Sriyanto, Kedutaan Besar Indonesia, dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Asosiasi Perdagangan Korea Dunia (OKTA Dunia), dan perusahaan milik negara Indonesia.

 Acara pertukaran tersebut di luar  kerja sama ekonomi,  juga termasuk pertemuan pertukaran bisnis global dengan PT Pindad, Kamar Dagang dan Industri Korea, dan Asosiasi Indonesia Korea.

Dimulai dengan misi perdagangan ini, strategi ekspor pertahanan telah menjadi langkah utama dalam menargetkan pasar negara berkembang dalam menanggapi kenaikan biaya pertahanan global dan kerja sama ekonomi dengan Indonesia, salah satu dari tiga eksportir senjata terbesar Korea.

Di antara negara-negara ASEAN, perdagangan Korsel meningkat sebesar 25% pada paruh pertama tahun ini.

Wali Kota Changwon, Huh Sung-moo, yang memimpin misi perdagangan Indonesia, mengatakan, “Dalam kerja sama dengan Badan Promosi Industri Changwon, kami terus mendukung teknologi canggih dan produk-produk UKM industri pertahanan di pasar luar negeri yang sedang berkembang, bahkan dalam suasana kekacauan domestik dan luar negeri sekalipun, sebab  Itu adalah peluang untuk merealisasikan kemungkinan ekspor. ”

Sementara itu, pada November 2019, Huh Sung-moo mengatakan pihaknya akan mengundang perusahaan-perusahaan pertahanan di Indonesia dan Asia Tenggara untuk melakukan ‘Rapat Konsultasi Undangan Pinpoint’ untuk terus mengembangkan dan mengekspor produk industri UKM bidang pertahanan. (OL-09)

BERITA TERKAIT