23 September 2019, 06:40 WIB

Berawal dari Mobil Dinas Kades


. (AU/H-2) | Humaniora

ANTARANEWS
 ANTARANEWS
PERPUSTAKAAN Sumber Ilmu, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

PERPUSTAKAAN Sumber Ilmu, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tercatat sebagai perpustakaan yang unik. Perpustakaan itu tidak hanya berorientasi pada banyaknya pengunjung dan melimpahnya koleksi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk suka membaca, serta memberdayakan perempuan dan kaum disabilitas.

Tidak mengherankan jika Perpustakaan Nasional menganugerahi Perpustakaan Sumber Ilmu sebagai Penerima Penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka pada kategori Perpustakaan Desa/Kelurahan Klaster A.

Perpustakaan Sumber Ilmu dirintis Lurah Desa Balecatur, Hj Sebrat Harjanti, yang prihatin terhadap rendahnya minat baca masyarakat. Ia menyadari hal itu disebabkan sarana-prasarana perpustakaan yang belum memadai. Ia berinisiatif menyulap mobil dinasnya menjadi perpustakaan keliling. Kini, perpustakaan itu telah menempati ruangan yang cukup representatif.

Untuk mendukung aktivitas perpustakaan keliling, Desa Balecatur juga membangun pojok baca. "Saat ini ada tujuh pojok baca yang selalu dikunjungi oleh pembaca," katanya kepada Media Indonesia, belum lama ini.

Sasaran pembaca perpustakaan ini, kata Sebrat Harjanti, ialah anak-anak PAUD, TK, dan masyarakat dewasa. "Agar mereka cinta bacaan dan kelak menjadi anak yang suka membaca. Kalau anak usia SD hingga SLTA kan sudah terlayani oleh perpustakaan sekolah," tukasnya,

Kepala Perpustakaan Desa Balecatur, Probowo Wulantopo ST menambahkan, kebutuhan pustaka warga berbeda-beda, bergantung profesi yang mereka geluti. Misalnya, untuk para peternak, tentunya akan tertarik dengan buku-buku yang terkait dengan peternakan.

Setiap Kamis, mereka diberi kesempatan untuk bertemu dan mempraktikkan teori yang dibacanya di buku. Ada yang mempraktikkan membuat keripik jamur, pembuatan susu kedelai, dan kerajinan dari limbah plastik.

Pemberdayaan masyarakat lewat perpustakaan ini juga menyasar penyandang disabilitas. Tercatat ada 50-an penyandang disabilitas yang menjadi pembaca setianya dan mengikuti praktik pada Kamis mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB.

Melalui Sekolah Kamis ini, peringkat perekonomian warga yang tadinya rendah, meningkat berkat keterampilan yang diperoleh melalui membaca. Sejumlah produksi karya pembaca pun dibantu pemasarannya melalui penjualan daring dan dititipkan di toko-toko yang ada di Balecatur. (AU/H-2)

BERITA TERKAIT