22 September 2019, 12:40 WIB

Ratusan Monyet Merusak Perkebunan Warga di Tasikmalaya


Kristiadi | Nusantara

MI/Pius Erlangga
 MI/Pius Erlangga
Induk monyet liar dan anaknya.  

WARGA Kampung Citamiang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, resah dengan serangan sejumlah monyet liar yang telah masuk pemukiman hingga merusak tanaman perkebunan dimiliki masyarakat setempat.

"Kami telah menerima laporan dari para petani terutama yang memiliki lahan perkebunan di Kampung Citamiang mengalami kerusakan atas serangan hama monyet. Tanaman yang dimakan ratusan monyet tersebut mulai dari singkong, pisang, jagung, ubi, kacang tanah dan kacang panjang hingga makanan tersebut mereka bawa ke Gunung Tawilis," ujar Pjs Kepala Desa Tanjungsari, Wiki Karimudin, Minggu (22/9/2019).

Wiki mengatakan, kedatangan ratusan monyet liar yang turun dari Gunung Tawilis tentu tidak terprediksi karena mereka turun berkelompok dan terkadang dilakukannya sore menjelang malam hingga mereka membabi buta merusak lahan perkebunan milik para petani. Kawanan monyet tersebut, diduga mencari makanan karena kondisi di Gunung Tawilis mengalami tidak tersedia.

"Kondisi kekeringan di atas Gunung Tawilis menjadi penyebab kurangnya makanan hingga mereka turun mencari makanan ke lahan yang dimiliki petani seluas 50 hektare. Makanan yang dimakan berbagai jenis mulai singkong, pisang, kacang panjang dan kacang tanah tapi masyarakat tidak bisa berbuat banyak atas kerusakan itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah IV Tasikmalaya, Bidang KSDA wilayah III Ciamis, Didin Syarifudin mengatakan, monyet ekor panjang yang telah turun dari Gunung Tawilis selama kondisi musim kemarau panjang tentu adanya perilaku kurang stabil hingga kawanan hama tersebut turun mencari makanan.

"Untuk kejadian yang terjadi di Tasikmalaya sampai sekarang ini belum mendapatkannya laporan dari petani, tapi kami siap membantu terutama menghalau mereka supaya kembali ke habitatnya yakni Gunung Tawilis. Karena, sepanjang musim kemarau panjang memang kelompok hama pernah terjadi di Kecamatan Kadipaten Tasikmalaya dan Karangkamulyan, Ciamis," katanya.

Menurutnya, hewan tersebut populasinya telah banyak di berbagai daerah namun selama ini hama yang telah menyerang perkebunan milik petani tentu tidak dilindungi oleh negara. Akan tetapi, warga juga harus waspada dan hati-hati saat melakukan penangkapan karena monyet tersebut jumlahnya banyak.

"Kami meminta agar masyarakat harus hati-hati melakukan penangkapkan terhadap hama yang selama ini sering kali melakukan perusakan lahan, karena hewan tersebut tidak dilindungi oleh negara," paparnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT