20 September 2019, 22:28 WIB

Ananda Sukarlan Gelar Karya Pianis Tunadaksa


Retno Hemawati | Hiburan

Dokumentasi Ananda Sukarlan
 Dokumentasi Ananda Sukarlan
Ananda Sukarlan

SEJAK 2009 pianis sekaligus komponis Ananda Sukarlan menuliskan karya musik serta metode pengajaran untuk para pianis tunadaksa (jari tidak lengkap, satu tangan, tanpa kaki untuk menginjak pedal). "Kalau punya bakat musik dan ingin jadi pianis, baik nantinya sebagai "performer" atau guru, tidak ada alasan bahwa kita memiliki kekurangan. No excuse!", kata Ananda.

Hal ini dimulai dengan keterlibatannya dengan satu yayasan di Spanyol, dan material serta semua partitur tersebut kini tersedia secara gratis dan bisa didapatkan lewat email dalam bentuk pdf ke siapapun yang membutuhkan. "Saya sudah membuat lebih dari 80 karya untuk segala macam tunadaksa, juga dengan derajat kesulitan yang cukup mudah sampai sangat sulit, dan saya akan terus kerjakan. Bahkan saya mulai membuat 2 nomor Rapsodia Nusantara, yaitu no. 15 dan 23, untuk tangan kiri saja. Bayangkan, kalau saja anak-anak itu nantinya jadi pianis profesional, mereka butuh musik untuk mereka bawakan di konser mereka, yang tidak pernah dipikirkan oleh para komponis sebelumnya, dari Bach, Beethoven, Tchaikovsky dsb," katanya.

Untuk itu ia akan menyuguhkan sebagian karya di konser dan talkshownya yang merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan RI. Untuk penampilan Ananda ini dijadwalkan pada Sabtu (12/10) pagi pukul 10.30 WIB di Istora Senayan. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum tanpa harus mendaftar. Semua acara akan tepat waktu mengingat jadwal yang ketat.

Sebagai penyandang Asperger's Syndrome dari spektrum Autisme, Ananda juga mulai mendalami hubungan antara seni, khususnya musik, dengan penyandang autisme. (RO/M-4)

BERITA TERKAIT