20 September 2019, 22:21 WIB

4 Fakta Seputar Papua Barat


Antara/BPS | Nusantara

MI/Susanto
 MI/Susanto
Suku Kuri menampilkan tarian adat saat pelantikan tujuh kepala suku Bintuni di Teluk Bintuni, Papua Barat, beberapa waktu lalu. 

MASYARAKAT Provinsi Papua Barat, merasa berduka dan kehilangan atas wafatnya mantan Gubernur Abraham Octavianus Atururi.

Berikut sejumlah fakta tentang Papua Barat yang dirangkum redaksi mediaindonesia.com.

1. Makna Papua
Papua Barat terletak di ujung barat  atau di daerah kepala burung Pulau Papua. Papua Barat adalah pemekaran dari daerah induk Papua. Awalnya, provinsi ini bernama Irian Jaya Barat (Undang-Undang Nomor 45 tahun 1999). Lalu, berganti menjadi Papua Barat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2007 yang ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 18 April 2007.

Pergantian nama itu seiring perubahan nama daerah induk, yakni Irian Jaya menjadi Papua, seperti diatur Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua.
Berdasarkan laman www.papua.go.id, makna Irian berasal dari Ikut Republik Indonesia Anti-Netherland. Adapun Papua berasal dari bahasa Melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli di Papua.

Sehingga, nama Irian Jaya Barat berganti menjadi Papua Barat yang dilandasi pandangan 'dua tapi satu, satu tapi dua' yaitu dalam satu tanah Papua terdapat dua provinsi, tetapi tetap satu Papua.

Abraham Octavianus Atururi. (Dok: Antara)

Abraham Octavianus Atururi yang meninggal dunia pada Jumat (20/9) dikenal sebagai tokoh pemekaran dan pencetus pembangunan di Papua Barat. Dia juga merupakan penjabat gubernur pada 2003-2005, dan menjadi gubernur periode 2006-2011 serta 2012-2017.

Baca juga: Tokoh Pemekaran Papua Barat Meninggal Dunia

2. Pemerintahan daerah
Ibu kota Papua Barat terletak di Manokwari. Luas wilayah Provinsi Papua Barat mencapai 102.955,15 km2 yang terdiri dari 12 kabupaten dan 1 kota, yakni Fakfak (14.320 km2), Kaimana (16.241,84 km2), Teluk Wondama (3.959,53 km2), Teluk Bintuni (20.840,83 km2), Manokwari (3.186,28 km2), Sorong Selatan (6.594,31 km2), Sorong (6.544,23 km2), Raja Ampat (8.034,44 km2), Tambrauw (11.529,18 km2), Maybrat (5.461,69 km2), Manokwari Selatan (2.812,44 km2), Pegunungan Arfak (2.773,74 km2) serta Kota Sorong (656,64 km2).

Suasana pesisir kampung nelayan dari udara di wilayah Manokwari, Papua Barat, (Dok: Antara)

3. KEK Pertama di Papua
Sektor unggulan di Papua Barat adalah pertanian subsektor perikanan dan kehutanan, pertambangan migas, dan bangunan. Pemerintah telah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2016. Ini merupakan KEK pertama di Papua. KEK Sorong dibangun di atas lahan seluas 523,7 hektare dan berada pada jalur lintasan perdagangan internasional Asia Pasifik dan Australia.

Berdasarkan keterangan dari laman http://kek.go.id, KEK Sorong yang terletak di Selat Sele memberikan keunggulan geoekonomi yaitu potensi di sektor perikanan dan perhubungan laut. Lokasi tersebut juga sangat strategis untuk pengembangan industri logistik, agroindustri serta pertambangan.

Berdasarkan potensi yang dimiliki, KEK Sorong dikembangkan dengan basis kegiatan industri galangan kapal, agroindustri, industri pertambangan dan logistik. KEK Sorong diperkirakan akan menarik investasi sebesar Rp32,2 triliun hingga 2025.

Pelabuhan di Kota Sorong. (MI/Panca Syurkani)

4. Raja Ampat dan KEK Pariwisata
Selain itu, terdapat sejumlah kawasan pariwisata. Bappeda Papua Barat mempersiapkan Pulau Rumberpon di Kabupaten Teluk Wondama dan Teluk Triton di Kabupaten Kaimana dipersiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.  

Pulau Rumberpon memang memiliki potensi wisata yang beragam mulai dari wisata alam terutama pantai dan pesisir, wisata budaya hingga wisata minat khusus. Pulau yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Manokwari Selatan juga menyimpan keunikan lain yakni satwa langka antara lain burung rusa (cervus timorensis), kuskus, elang laut juga dugong atau duyung.   

Pulau Rumberpon di Kabupaten Teluk Wondama (Dok Antara/Pemkab Teluk Wondama)

Papua Barat juga memiliki kawasan eksotis yang telah dikenal, yakni Raja Ampat yang memiliki lebih dari 1.500 pulau. Diperkirakan, lautan di Raja Ampat memiliki 553 jenis Karang dan rumah dari 70% jenis karang yang ada di dunia. Selain itu, Raja Ampat memiliki 1.456 jenis ikan karang, 699 jenis Molusca, 5 jenis penyu, dan 16 jenis mamalia laut atau Cetacean.   

Sebagian besar wilayah Raja Ampat berstatus daerah konservasi. Ada lima kawasan konservasi darat yakni Cagar Alam Waigeo Barat, Waigeo Timur, Batanta Barat, Salawati Utara, dan Misool.   

Daerah Raja Ampat. (Dok AFP)

Raja Ampat terdapat 258 spesies jenis burung yang di antaranya 10 jenis endemik Papua, dan 6 spesies sebagai endemik Raja Ampat. Enam spesies endemik Raja Ampat adalah cendrawasih botak atau wilson bop, cendrawasih merah atau red bop, maleo waigeo atau waigeo brush turkey, Raja Ampat pitohui, Kofiau Paradise kingfisher atau Cekakak Pita Kofiau, dan Kofiau monarch atau Kehicap Kofiau. (X-15)
 

BERITA TERKAIT