20 September 2019, 12:33 WIB

Ketua KONI akan Siapkan Sistem Pendanaan Baru yang Transparan


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

KETUA Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman prihatin dengan ditetapkannya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka oleh KPK. Pihaknya pun menyerahkan proses hukum kepada pihak yang berwenang.

Ia menilai kasus ini sebagai alarm atau peringatan keras terhadap pihak Kemenpora maupun KONI. Ia menegaskan ke depannya permasalahan atau penyelewengan soal dana tidak boleh terjadi lagi di dalam tubuh KONI maupun Kemenpora.

“Ke depannya hal seperti ini tak boleh terjadi lagi dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi sistem pendanaan olahraga dari Kemenpora ke KONI,” ujar Marciano, Jumat (20/9).

Baca juga: Terkait Dana KONI, KPK Periksa Saksi Pihak Swasta

Norman melihat sistem pendanaan hibah bukan lagi pilihan yang tepat karena memang sangat rawan dikorupsi. KONI akan mencari sistem pendanaan yang lebih transparan dan akuntabilitasnya lebih terjamin agar kejadian kasus Menpora tak kembali terulang.

“Kami terus akan menggodok sistem pendanaan baru yang lebih siap dan transparan,” kata eks Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) itu.

Ia pun berharap masalah tersebut tak sampai menganggu persiapan atlet menuju SEA Games 2019 yang akan berlangsung 30 November hingga 11 Desember mendatang.

“Kesiapan tim Indonesia harus tetap berjalan sesuai rencana, tidak boleh terganggu, karena waktu terus berjalan," ucapnya.

“Seluruh cabor, pelatih, atlet harus tetap fokus dan dukungan pemerintah terhadap program atlet berprestasi harus tetap berjalan sesuai rencana. Seluruh stakeholder olahraga pun harus turut bersatu dan memajukan olahraga Indonesia meraih prestasi di dunia,” ungkapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT