20 September 2019, 07:00 WIB

Jangan Main-Main Kelola Anggaran


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

ANTARA/RENI ESNIR
 ANTARA/RENI ESNIR
Menpora Imam Nahrawi seusai memberikan keterangan pers mengenai pengunduran dirinya di Kantor Kemenpora, Jakarta, kemarin

PRESIDEN Joko Widodo kembali mengingatkan seluruh jajarannya untuk tidak main-main dalam penggunaan anggaran. Presiden menegaskan setiap penyelewengan pasti akan berurusan dengan hukum.

Hal itu disampaikan Jokowi ketika menanggapi penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu (18/9). Imam yang merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa menjadi tersangka dalam kasus dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Tak tanggung-tanggung, dalam perkara itu dia menerima uang mencapai Rp26,5 miliar.

Tidak hanya Imam, asisten pribadi-nya, Miftahul Ulum, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap terkait dengan penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI tahun anggaran 2018 itu.

Jokowi mengatakan bahwa menggunakan anggaran yang notabene merupakan uang rakyat tidak boleh seenaknya. "Karena semuanya diperiksa kepatuhan perundang-undangannya oleh BPK. Kalau ada penyelewengan, itu urusannya dengan aparat penegak hukum," tegasnya di Istana Merdeka, Jakarta

Presiden menghormati putusan KPK dalam menetapkan salah satu pembantunya di kabinet itu sebagai tersangka. Dia pun mengaku sudah bertemu Imam, kemarin.

"Tadi pagi Imam Nahrawi sudah bertemu dengan saya. Saya menghormati apa yang sudah diputuskan oleh KPK. Pak Imam Nahrawi sudah menjadi tersangka karena urusan dana hibah dengan KONI," ujarnya.

Presiden juga telah menerima surat pengunduran diri Imam dari jabatannya sebagai menpora dan segera mencari pengganti. Namun, Jokowi belum dapat memastikan apakah posisi Imam nanti akan diisi orang baru atau hanya pelaksana tugas sebab masa jabatan kabinet tinggal sebulan lagi berakhir.

Jokowi belum bisa memastikan pula apakah pengganti Imam berasal dari PKB. "Belum (tahu). Baru sejam lalu (mengajukan pengunduran diri)."

Setelah menyerahkan surat peng-unduran diri kepada Presiden, Imam langsung bertemu dengan jajarannya di Kemenpora untuk pamit dan mengemasi barang-barang pribadi dari ruang kerjanya.

Masih tinggi

Anggota DPR terpilih dari Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, menyatakan korupsi di dunia olahraga masih tinggi. Dia pun menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah terkait dengan posisi Imam. Namun, faktanya patgulipat di sektor olahraga memang tak bisa dimungkiri.

Pembalap yang lolos ke Senayan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur V Malang Raya itu mengatakan korupsi tidak cuma menyasar anggaran, tetapi juga menyangkut pemilihan atlet.

"Seharusnya atlet terbaik yang berhak mewakili daerah untuk mengikuti PON, tapi justru atlet nomor empat atau lima yang dipilih. Ada transaksi saat pemilihan atlet," papar Moreno di Malang.

Dia menambahkan korupsi di bidang olahraga terjadi di pusat sampai tingkat bawah.

"Dana hibah bocor sampai berapa, saya tidak tahu detailnya. Kebocoran adanya deal-deal. Saya mantan atlet, jadi saya tahu. Sebelum bertanding dipotong berapa, belum apa-apa dipotong, itu bahaya karena kalah bertanding dicaci, menang alhamdulillah," tukasnya. (Des/BN/X-8)

BERITA TERKAIT