19 September 2019, 06:20 WIB

BRI Kucurkan KUR pada UMKM Rp67,6 T


. (*/E-3) | Ekonomi

DOK BRI
 DOK BRI
 PENYALURAN KUR MIKRO

PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk terus meningkatkan kucuran kredit usaha rakyat (KUR) untuk mendorong pengembangan UMKM di Indonesia. Selama periode Januari hingga Agustus 2019, BRI menyalurkan KUR senilai Rp67,6 triliun kepada lebih dari 3,2 juta debitur.

"Angka tersebut setara dengan 77,73% dari target penyaluran KUR BRI yang dialokasikan oleh pemerintah pada 2019, yakni sebesar Rp86,97 triliun," kata Corporate Secretary Bank BRI Hari Purnomo dalam keterangan resmi, kemarin.

Hari mengatakan, apabila ditotal sejak KUR diluncurkan pada 2015 hingga saat ini, jumlah KUR yang telah disalurkan Bank BRI mencapai Rp303 trili-un kepada lebih dari 15,8 juta pelaku UMKM.

Hari menambahkan KUR mikro masih mendominasi penyaluran KUR BRI dengan total yang telah disalurkan mencapai Rp59,4 triliun. Selanjutnya, KUR kecil sebesar Rp8 triliun dan KUR TKI sebesar Rp122 miliar.

"Bila diperinci, untuk KUR produktif didominasi sektor pertanian dengan jumlah sebesar Rp18 triliun," jelasnya.

Salah satu pendorong penyaluran KUR BRI ialah program Kewirausahaan Pertanian. Hingga saat ini, Bank BRI telah memiliki 286 daerah binaan di seluruh Indonesia. Bank BRI melakukan program clustering dalam mendorong UMKM naik kelas.

Tujuan clustering yang dilakukan BRI antara lain membentuk sebuah financial close system, memudahkan akses pasar, promosi, dan networking, kemudahan dalam menyediakan off taker, serta pembinaan yang lebih terfokus.

Penyaluran KUR yang dilakukan Bank BRI berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan riset Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada akhir 2018, nasabah menganggap penyaluran KUR dan Kupedes BRI berperan dalam membantu mereka untuk menciptakan shared value dari proses redefinisi produk dan pasar, serta dari proses perbaikan produktivitasnya. (*/E-3)

BERITA TERKAIT