19 September 2019, 04:20 WIB

Sasar Kebutuhan Truk Menengah


(Dro/S-3) | Otomotif

DOK. MERCEDES BENZ
 DOK. MERCEDES BENZ
PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), agen tunggal pemasaran Mercedes Benz di Indonesia, meluncurkan truk berat yang khusus untuk

PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), agen tunggal pemasaran Mercedes Benz di Indonesia, meluncurkan truk berat yang khusus untuk area off road dan pertambangan. Portofolio khusus ini menjawab kebutuhan terhadap kendaraan truk menengah di sektor pertambangan.

"Berbekal pengalaman Mercedes Benz selama 120 tahun dalam hal inovasi sistem keamanan dan efisiensi niaga, Axor menjadi truk berat unggulan kami di Indonesia. Hanya dalam 3 tahun sejak peluncuran, seri Axor banyak digunakan dan diapresiasi pelanggan kami dari berbagai industri," terang Presiden Director DCVI, Jung Woo Park.

Park juga mengungkapkan pengembangan Axor 2528 CH merupakan hasil identifikasi kesempatan dan penyempurnaan serta pengembangan fitur-fitur unggul dalam menjawab kebutuhan pasar. Itu karena pihaknya melihat peluang di segmen itu hanya diisi kendaraan kendaraan berspesifikasi terlalu rendah (underqualified) atau terlalu tinggi (overqualified). Axor 2528 CH dengan kapasitas dan performa yang berada di antara kedua kategori tersebut dapat menjadi pilihan terbaik bagi pelanggan untuk berkembang lebih cepat dengan produk yang sesuai kebutuhan. Sejumlah fitur dari seri sebelumnya, yakni Axor 2528 C tetap diaplikasikan pada seri baru ini, semisal mesin yang menggunakan OM 906 LA dengan 6 silindernya yang terbukti mampu menjawab kebutuhan pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Ikhsan Satriawinandi selaku Product Manager & Homologation DCVI mengutarakan untuk seri teranyar itu terdapat sejumlah pembaruan. Contohnya, roda yang digunakan bertipe 18 PR dengan mining lug sehingga memiliki cengkeraman lebih baik di kondisi tanah basah yang umumnya ada di pertambangan.

Kemampuan menanjak Axor 2528 CH juga diperkuat. Jika seri 2528 C memiliki kemampuan menanjak sebesar 75%, pada seri terbaru menjadi 80% dengan akselerasi rasio meningkat dari 5,75 menjadi 6,18.

"Kami juga menambahkan hub reduction, yakni solusi untuk membagi beban stres dari komponen-komponen yang ada pada sumbu penggerak," ujar Ikhsan. Hasilnya, sejumlah komponen tersebut dapat lebih kuat dalam menghadapi medan yang berat, seperti kondisi ban terkubur lumpur sehingga tidak mudah terjadi patah as roda.

Selain itu, pabrikan asal Jerman ini menaikkan ground wheelers hingga 50 mm jika dibandingkan dengan 2528 C sehingga penggunaan di lokasi tambang akan lebih tangguh. Untuk mengantisipasi medan berat, pihaknya juga mempertebal pegas hingga menjadi 10 lembar.

Kelengkapan standardisasi untuk kendaraan pertambangan juga sudah masuk sebagai satu paket. Misalnya, persyaratan elektronik seperti AC dan rotator beacon lamp sudah dilengkapi pada seri ini sehingga tidak perlu ditambahkan pada karoseri. Tak ketinggalan pula power window dan central lock sebagai standar kendaraan. (Dro/S-3)

BERITA TERKAIT