18 September 2019, 21:05 WIB

TP4D Pertimbangkan Awasi Pembangunan GOR Lembata


Alexander P Taum | Nusantara

MI/Alexander P Taum
 MI/Alexander P Taum
Kasi Intel Kejari Lembata, Devi Eko Istiawan (kanan)   

KEJAKSAAN Negeri Lembata, Nusa Tenggara Timur, tengah mempelajari berkas permintaan Pemerintah Kabupaten Lembata untuk terlibat dalam mengawasi pembangunan GOR di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Permintaan mengawasi pembangunan GOR adalah salah satu dari Empat Permintaan yang sudah diajukan Pemkab Lembata kepada Kejari selaku koordinator Tim Pengawal dan Pengaman pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) di wilayah tersebut.

Kasiintel Kejari Lembata, Devi Eko Istiawan, kepada Media Indonesia, Rabu (18/9), mengatakan, menurut aturan, keterlibatan TP4D adalah pada pengawasan proyek strategis nasional, tetapi di Lembata belum ada proyek strategis nasional yang sedang dibangun.

Meskipun begitu, pihaknya telah menerima empat permintaan dari Pemkab Lembata untuk terlibat mengawasi pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, di samping pembangunan jalan, proyek DAK, dan sejumlah puskesmas.

"Proyek GOR dikerjakan dengan sistem multiyears, dalam jangka waktu 3 tahun, dengan nilai kontrak Rp32 miliar. Sampai saat ini kami sebagai TP4D masih mempelajari, sambil menanti pengaduan adanya kendala yuridis yang ditemui dalam pembangunan GOR ini," ujar Devi Eko, Rabu.


Baca juga: Elpiji Meledak, Tiga Rumah di Bojonegoro Terbakar


Kasiintel Kejari Lembata menambahkan, pihaknya menerima permintaan sekitar bulan lalu, Agustus, kemudian dilakukan pemaparan, pada saat itu belum proses lelang, sehingga pihak Kejari akan minta untuk pemaparan kembali setelah selsai proses lelang dan mulai pelaksanaan, agar lebih jelas pihaknya dalam memutuskan untuk memberi pengawalan dan pengamanan dari aspek yuridis.

"Iya kami harus lakukan koordinasi dulu bersama pihak-pihak pelaksana untuk pemaparan lanjutan terkait proyek tersebut, dari sisi perencanaan hingga pelaksanaannya, sistem pembayaran, dan lain-lain," ujar Devi Eko.

Sementara itu, Kepala Kejari Lembata (Kajari) Lembata, Aluwi, menegaskan, pihaknya berkomitmen membantu Pemkab Lembata untuk mempercepat proses pembangunan guna menyerap anggaran yang sudah dialokasikan negara.

"Kita prinsipnya selalu siap memberikan pendapat yuridis, tetapi kita pelajari lebih dahulu permintaan yang diserahkan Pemda Lembata pekan lalu. Setelah itu kita akan putuskan model pengawasan pada proses pembangunan GOR di Lembata," ujar Kajari Lembata. (OL-1)

BERITA TERKAIT