18 September 2019, 14:45 WIB

Forum Air Nasional Satukan Persepsi Akses Air Bersih


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Ist
 Ist
Pameran dan forum industri air bersih

PERSATUAN Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) bersama PT Debindo Mega Promo menggelar pameran dan forum industri air bersih untuk ke-8 kalinya bertajuk 'Indonesia Water & Wasterwater Expo and Forum (IWWEF)' di Jakarta Convention Center, mulai Rabu (18/9) sampai Jumat (20/9).

Perpamsi merupakan organisasi yang beranggotakan para perusahaan daerah air minum (PDAM) seluruh Indonesia serta industri air bersih (water) dalam negeri, yang berafiliasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Dalam Negeri.

Fungsi dan tugas utama Perpamsi ialah menciptakan PDAM yang sehat. Adapun Ketua Umum Perpamsi dijabat Haris Yasin Limpo, yang juga Dirut PDAM Kota Makassar. Sementara PT Debindo

Mega Promo merupakan perusahaan penyelenggara pameran (organizer) dengan Direktur Utama Jefri Eugene Talumewo.

Direktur Utama PT Debindo Mega Promo, Jefri Eugene Talumewo, menjelaskan, pameran bertema 'Visi Air Indonesia 2020-2024, Akses Air Berkelanjutan untuk Indonesia Maju' ini  diikuti industri-industri teknologi air, dari dalam maupun luar negeri, seperti teknologi pompa, pipa, membrane, baca-meter, water chemical, valve dan aksesoris, water infrastructure, teknologi deteksi kebocoran pipa (water lost), dan water filter.

Pameran dibuka untuk pengunjung pembeli dan umum pukul 10.00-18.00 WIB.

Selama pameran berlangsung, digelar pula Forum Air Nasional dihadiri dari PDAM seluruh Indonesia, pejabat kementerian terkait regulasi air bersih, akademisi, dan praktisi dalam bidang air di Indonesia, yang membahas isu permasalahan air bersih di berbagai daerah dan mencari langkah-langkah solusinya.

Ia berharap melalui forum air nasional, di sela pameran IWWEF terjadi dialog tingkat nasional, pemangku kepentingan pusat dan daerah, serta masukan dari akademisi dan praktisi di bidang air, guna menciptakan terobosan kebijakan, termasuk sinkronisasi kebijakan pusat dengan daerah, sehingga ke depan Indonesia dapat menciptakan swasembada air.

Di sela-sela pameran, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis H Sumadilaga, menyatakan, akses pemanfaatan air bersih oleh masyarakat kini terus dikebut pemerintah lewat pengembangan infrastruktur untuk menyediakan sumber air baku guna memenuhi kebutuhan perusahaan air minum di daerah.

 

Baca juga:   Genjot Ekspor, Pemerintah Selenggarakan Indonesia Trade Expo

 

"Banyak yang sudah kita capai dan ada yang belum. Kita terus berupaya menambah pasokan air baku dan pembangunan sistem pipa transmisi," kata Danis.

Ia mengatakan pembangunan sumber air baku dan pipa transmisi dengan memanfaatkan empat skema pembiayaan, yaitu melalui APBN, APBD, swasta dan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Untuk pembiayaan dari APBN 2020 dianggarkan sebesar Rp8 triliun. Alokasi itu belum cukup mencukup karena hanya mampu membiayai sekitar 40% kebutuhan. Selebihnya dipenuhi Pemerintah Daerah (Pemda), perusahaan itu sendiri atau swasta maupun KPBU.

"Jadi kita targetkan ada 10 juta sambungan baru ke depan atau sekitar 50-60 juta masyarakat yang memperoleh akses air minum," kata Danis.

Terkait pelaksanaan pameran, Danis berpendapat sangat penting karena selain menyamakan persepsi untuk mengevaluasi regulasi yang sudah ada, juga perlu mengadopsi berbagai kemajuan teknologi pengelolaan air minum agar perusahaan-perusahaan dalam beroperasi bisa menekan biaya produksi serta mengurangi tingkat kebocoran air.

Sejumlah teobosan teknologi dan inovasi diharapkan bisa mendorong PDAM beroperasi lebih efisien.

Ketua Umum Perpamsi berharap dukungan pemerintah lebih optimal untuk membantu perusahaan air minum di berbagai daerah mengatasi kendala operasional selama ini, terutama regulasi dan struktur harga yakni biaya produksi lebih mahal ketimbang harga jual. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT