18 September 2019, 16:03 WIB

Facebook Aktifkan Lagi Chatbox PM Benjamin Netanyahu


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Jack Guez
 AFP/Jack Guez
PM Israel melambaikan tangan kepada rapa pendukungnya di Markas Partai Likud, Tel Aviv, Israel, Rabu (18/9). 

FACEBOOK mengaktifkan kembali chatbot yang dioperasikan oleh laman resmi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (17/9) setelah diskors selama tiga jam karena melanggar undang-undang pemilu.

 

Situs media sosial itu diminta oleh Ketua Komite Pemilu Pusat Israel, Justice Hanan Melcer, untuk membatalkan penangguhan fungsi pengiriman pesan otomatis, AFP melaporkan.

Chatbot ditangguhkan karena menerbitkan hasil jajak pemungutan suara, suatu pelanggaran hukum pemilu Israel. Sedianya penangguhan akan berlaku sampai jajak pendapat ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat.

Tetapi Melcer menginstruksikan Facebook untuk mengaktifkan kembali chatbot setelah Netanyahu menghapus posting yang melanggar undang-undang pemilu.

Undang-undang pemilihan Israel tidak mengizinkan rilis jajak pendapat tiga hari sebelum pemilu.

Netanyahu menghadapi tantangan yang berat ketika para pemilih Israel menyalurkan hak pilih mereka, Selasa (17/9), dalam pemilihan umum kedua tahun ini. Perdana menteri sedang dalam upaya meraih masa jabatan kelima, meskipun menghadapi tuduhan korupsi.

Netanyahu juga melanggar undang-undang pemilu Israel karena melakukan wawancara radio dengan stasiun radio Galey Yisrael pada hari pemilihan.

Melcer pekan lalu menegaskan wawancara radio dan televisi dengan para kandidat dilarang pada hari pemilihan.

Facebook sebelumnya telah menangguhkan chatbot minggu lalu setelah menemukan isinya melanggar kebijakan ujaran kebencian.

Chatbot, bagian dari kampanye pemilihan daring Partai Likud Netanyahu, menyambut pemirsa dengan pesan otomatis dalam bahasa Ibrani yang memberi tahu para pemilih bahwa "orang Arab ingin memusnahkan kita semua - wanita, anak-anak dan pria".

Pesan itu meminta pemilih untuk tidak mendukung pembentukan pemerintah sayap kiri yang katanya akan mencakup anggota parlemen Palestina-Israel.

Mereka juga membual bahwa Netanyahu akan membawa "kebijakan sayap kanan negara Yahudi, keamanan, dan Israel yang kuat". (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT