18 September 2019, 15:25 WIB

German Cinema Rayakan 30 tahun Runtuhnya Tembok Berlin


Bintang Krisanti | Weekend

imdb.com
 imdb.com
Film thriller Ballon yang akan ditampilkan di German Cinema di Indonesia.

;;
RUNTUHNYA Tembok Berlin pada 1989 menjadi salah satu peristiwa penting dari kemunduran komunisme dunia. Tidak heran, hingga kini peristiwa penghancuran tembok yang dimulai oleh masyarakat pada 9 November itu, terus dirayakan.

Di Indonesia,  Goethe-Institut Indonesien merayakannya lewat program-program yang ada di festival film tahunan German Cinema. Dalam rilis yang diterima Media Indonesia, Festival tersebut disebutkan akan digelar 1-6 Oktober 2019 di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar, German Cinema akan menghadirkan 12 film dan 2 program fokus.
 
Tiga film diantaranya mengungkapkan kehidupan di Jerman Timur dan Barat. Masing-masing film itu menceritakan kisah-kisah yang sangat  pribadi dari  sudut  pandang  yang  berbeda-beda.

Balloon  karya  Michael  “Bully”  Herbig  merupakan  film  thriller
bertempo  tinggi  yang  penuh  ketegangan. Ada pula film  Gundermann yang menyajikan kisah seorang penyanyi dan penulis lagu terkenal di Jerman Timur, yang mengendarai mesin keruk raksasa di tambang batu bara untuk mencari nafkah. Hidupnya menjadi rumit karena ia juga seorang mata-mata untuk Stasi. Gundermann yang dirilis 2018 telah meraih banyak penghargaan, termasuk menyaber enam piala di German Film Awards 2019.

Film lainnya, 3 Days in Quiberon merupakan pemenang German Film Awards 2018. Film ini membahas hidup aktris Romy Schneider dalam sajian  gambar hitam-putih. German Cinema juga membawa serta banyak film favorit penonton, termasuk film komedi perjalanan 25km/h, film kisah perjalanan menuju kedewasaan yang seru dan lucu  Mountain  Miracle,  serta  kisah  keluarga  yang  menyentuh  All  About  Me. (M-1)

BERITA TERKAIT