18 September 2019, 17:25 WIB

PIMFW 2019 Usung Eco Age


Suryani Wandari Putri | Weekend

Mi/Suryani Wandari Putri
 Mi/Suryani Wandari Putri
Para designer yang terlibat dalam MFWPI 2019. Tahun ini mereka mengusung tema Eco Age sebagai bentuk keperulian akan lingkungan..

Kampanye ramah lingkungan ternyata bukan hanya disuarakan komunitas pecinta lingkungan. Para desainer yang menciptakan sebuah karya baru pun melakukan hal yang sama.

Semangat itu ditunjukan pada Plaza Indoensia Men's Fashion Week (PIMFW) 2019 yang bertema eco friendly yang akan digelar 23-27 September mendatang.

"Di satu dekade perayaan PIMFW, tahun ini kami hadir dengan berkolaborasi dengan beberapa desainer terbaik Indonesia untuk lebih fokus material yang bisa didaur ulang," kata General Manager Marketing Plaza Indonesia, Zamri Mamat dalam preskon di La Moda, Plaza Indonesia, Selasa (17/9).

Sejumlah merek ternama akan terlibat dalam gelaran yang berlangsung di The Warehouse Level 5. Seperti Alleira Batik x Rama Dauhan, Blibli.com x adriebasuki, Plaza Indonesia present The Sartorial by Atham & The Beauty Tailor, Marks & Spencer, (X) S.M.L, Emod Jakarta, Parang Kencana, hingga Leaf Official Store.

Peragaan busana ini bisa dibilang telah menjadi satu-satunya men's fashion week di Indonesia, serta barometer tren busana pria. Tak salah jika penyelenggara ingin memberikan contoh yang baik bagi semua penggunanya.

"Kami sadar dunia mode didominasi hyper-comsumption bahan busana yang berlebihan. Tahun ini kami ingin menyebarkan awerness terhadap lingkungan yang bersifat economically sustainable," lanjut Ria Juwita, Senior Manager Event & Promotion, and Creative Servise Plaza Indonesia.

Kepedulian diwujudkan dalam Cureted Show pada 26-27 September. Ada 6 desainer yang ditantang menciptakan busana dari bahan tancel, yakni produk serat tekstil dari rumput bambu organik. Tekstil ini memiliki tekstur halus, menyerap keringat dengan warnanya yang dapat keluar dengan kuat. "Tantangannya sih bagaimana mencampurkan ide desain yang aku udah miliki dengan bahan tancel ini. Tapi ternyata hasilnya malah jadi lebih bagus," kata Amotsymsurimuda.

Tekstil tersebut diubah menjadi adibusana dalam curated show seperti Danjyo Hiyoji. Ditambahkan sentuhan teknik patchwork dan detail emblem siluet yang tegas. "Sebenarnya ini keinginan Liza (desainer Danjyo Hiyoji), dari dulu kami ingin buat busana yang ramah lingkungan. Kini di tahun ke-10 kami diberi kesempatan," kata Dana, desainer Danjyo Hiyoji.

Selain dua brand itu, akan ada desainer lainya yang akan menampilkan koleksi busana di Cureted show bertajuk Eco Age tersebut. Seperti Moral, no'om no'mi by Soetipto Hoeijaja, Rigio, dan Wilsen Willim dengan ciri khas yang berbeda-beda.

Tema Eco Age ini juga diterapkan tim Plaza Indonesia dengan mengurangi pencerakan undangan fisik sebanyak 80%. Penikmat mode yang ingin hadir menyaksikan PIMFW 10tH Edition bisa melakukan reservasi melalui website http://pimfw.plazaindonesia.com. (M-3)

BERITA TERKAIT