18 September 2019, 14:26 WIB

PRSI Siap Uji Atlet Pelatnas di Jakarta Open 2019


Despian Nurhidayat | Olahraga

Antara/Muhammad Adimaja
 Antara/Muhammad Adimaja
Tim renang indah putri mengikuti pelatnas Stadion Aquatic Komplek GBK, Jakarta.

JELANG menyambut ajang terbesar di Asia Tenggara SEA Games 2019, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) telah gencar untuk mempersiapkan diri sejak Juni lalu untuk memaksimalkan potensi para atletnya.

Melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) cabang olahraga renang siap untuk mengukir prestasi di multiajang SEA Games 2019.

Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin Rahardjo tak henti-hentinya terus mendukung latihan dari para perenang pelatnas yang diadakan di Kolam Renang Tirta Arum, Blahkiuh Badung, Bali.

Selain itu, Harlin juga mengatakan bahwa kelak para perenang akan menghadapi ujian sebenarnya dalam ajang Jakarta Open 2019 yang akan berlangsung di Gelora Bung Karno Akuatik Stadium, Jakarta pada tanggal 26 sampai 28 September mendatang.

"Pelatnas renang sudah mulai sejak bulan Juni, dan saya cukup senang kondisi atlet sangat baik serta banyak kemajuan yang telah diperoleh para perenang pelatnas. Diatas kertas mereka sangat baik, tapi tetap kami akan berikan mereka ujian di Jakarta Open," ungkap Harlin dilansir dari keterangan resminya, Rabu (18/9).

Dalam kesempatan ini Harlin juga mengingatkan kepada para atlet untuk tetap fokus dan serius berlatih di pelatnas, karena jika penampilannya turun bukan tidak mungkin akan digantikan para perenang nasional lain.

Dia juga mengungkapkan mengenai persyaratan untuk para atlet yang akan diberangkatkan ke SEA Games 2019.

"Ada dua syarat yang akan lolos membela Indonesia di ajang SEA Games nanti, yakni harus peringkat satu dan dua nasional, serta lolos limit yang telah ditetapkan PB PRSI di tiap nomor. Pembuktian terakhir adalah ajang Jakarta Open 26 sampai 28 September mendatang," lanjutnya.

Harlin menambahkan bahwa ajang Jakarta Open 2019, akan menjadi ajang seleksi terakhir untuk menentukan siapa yang akan diberangkatkan ke SEA Games 2019.

Maka dari itu, Harlin meminta para atlet Pelatnas agar mampu membukukan catatan waktu terbaik mereka. Dia pun menegaskan jika ada yang gagal nantinya, besar kemungkinan akan digantikan oleh atlet non-pelatnas.

"Karena budget terbatas, skuad SEA Games kali ini kemungkinan ramping, tapi kita ingin berkualitas dan yang berangkat ialah yang punya potensi medali emas atau perak. Termasuk dua perenang cadangan perempuan yang ada potensi untuk medali di nomor estafet gaya ganti putri," tambah Harlin.

Untuk selanjutnya, Harlin menambahkan bahwa para perenang Pelatnas akan mengikuti training camp di Kunming, Yunnan, Tiongkok, sekitar bulan Oktober mendatang. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan latihan di dataran tinggi dengan kadar oksigen yg lebih tipis di Kunming.

Dia juga mengatakan bagi perenang jarak menengah dan jarak jauh, tujuan lainnya ialah untuk meningkatkan VO2 max para perenang.

Sementara itu, Pelatih tim nasional renang asal Perancis, David Armandoni, mengaku telah mempersiapkan anak buahnya untuk bisa memberikan hasil terbaik di ajang Jakarta Open.

"Jakarta Open sangat penting bagi atlet untuk membuktikan latihan yang sudah dijalani selama ini. Jadi mereka harus tampil maksimal jika ingin lolos ke SEA Games, karena Jakarta Open adalah seleksi terakhir menuju SEA Games," pungkas David. (OL-09)

BERITA TERKAIT