18 September 2019, 11:24 WIB

Gubernur Jambi Berkomitmen Tuntaskan Penanganan Karhutla


Solmi | Nusantara

MI/Solmi
 MI/Solmi
Gubernur Jambi H Fachrori Umar melihat kondisi lahan kebakaran lahan di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi.

Gubernur Jambi H Fachrori Umar berkomitmen akan all out untuk menuntaskan penanganan masalah kebakaran hutan dan lahan
(karhutla) yang terjadi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Provinsi Jambi pada musim kemarau ini.

Melalui juru bicaranya, Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah, mengatakan kendati tidak separah di Provinsi Riau atau Kalimantan, penanganan karhutla baik di lahan mineral maupun di lahan gambut, sudah dilakukan dengan kerja keras dan sungguh-sungguh oleh Pemerintah Provinsi Jambi bersama Tim Satgas Gabungan Karhutla.

"Yang jelas saat ini, tim  masih bekerja melalui operasi darat dan udara. Operasi udara kita laksanakan dengan mengerahkan beberapa pesawat water bombing. Sedangkan penanganan melalui jalur darat, Tim Sagtas yang melibatkan banyak komponen, seperti Mangala Agni, TNI, Polri, BPBD, masyarakat peduli api hingga saat ini juga berjibaku melakukan pemadaman dan mencegah kebakaran tidak meluas,'' kata Johansyah, Rabu.

Selain penanganan pemadaman, pengendalian, dan pencegahan yang masih berjalan, Gubernur Jambi telah memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, untuk mendata perusahaan-perusahaan yang arealnya terdeteksi terbakar.

"Pak Gubernur memerintahkan kepada OPD terkait untuk melakukan rapat dan mendata secara akurat lahan yang terbakar, terutama lahan konsesi perusahaan. Tindakan ini akan menjadi acuan yang terarah bagi pemerintah untuk langkah penanganan selanjutnya,'' tambah Johansyah. ''Pak Gubernur juga akan melaksanakan rapat Forkopinda dengan mengundang sejumlah organisasi nonpemerintah (NGO), para bupati yang wilayahnya terbakar.''

Setelah mengantongi data tersebut, Gubernur dan pemangku terkait akan melakukan survei ke lokasi lahan perusahaan yang terbakar. Semua data kebakaran lahan perusahaan yang diduga akibat adanya pelanggaran peraturan dan perundang-undangan akan direkomendasikan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk ditindaklanjuti. (SL/OL-10)

BERITA TERKAIT