18 September 2019, 11:18 WIB

Masyarakat di Kabupaten Ciamis Solat Istisqo Meminta Hujan


Kristiadi | Nusantara

MI/Kristiadi
 MI/Kristiadi
Masyarakat di Kabupaten Ciamis solat Istisqo meminta hujan.

Masyarakat Kabupaten Ciamis melaksanakan solat Istisqo di Halaman Masjid Agung Ciamis, Rabu (18/9) pagi. Mereka berdoa kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan termasuk mendoakan agar kejadian di Riau dan Kalimantan segera berakhir.

Pelaksanaan solat Istisqo tersebut menyusul kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat termasuk di Kabupaten Ciamis. Banyak warga kekurangan air bersih setelah hujan tak kunjung turun lebih dari lima bulan.

"Kami meminta hujan, hujan barokah dan penuh rahmat, turunnya air dari langit tentunya akan segera berakhirnya musim kekeringan termasuk hutan dan lahan di Kalimantan juga agar secepatnya selesai," jelas Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya usai menunaikan shalat, Rabu (18/9/2019).

Menurutnya, musim kemarau cukup panjang terjadi di Priangan Timur termasuk di Ciamis terjadi sejak Mei. Hingga saat ini, hujan tidak kunjung turun dan tentunya alim ulama, masyarakat, pelajar memohon diturunkannya hujan agar menjadi keberkahan bagi petani termasuk warga yang telah terdampak kurang air bersih supaya mereka menikmatinya lagi.

"Pemerintah daerah sudah membentuk tim untuk menangani kekurangan air bersih yang berada di sejumlah daerah. Selain itu, kata dia, distribusi air bersih selama ini terus dilakukan mengingat banyak warga sudah benar-benar krisis terkait masalah air tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengatakan, pendistribusian air bersih masih dilakukan hingga sekarang ini. Pendistribusian dilakukan di 10 dari 27 kecamatan yang sudah kekurangan air bersih. Dari 10 kecamatan itu sebanyak 23 desa dan 53 dusun mengalami kekurangan air bersih dengan 8.538 kepala keluarga yang terdiri dari 25.339 jiwa terdampak bencana kekeringan.

"BPBD sudah mendistribusikan air bersih pada masyarakat sebanyak 597.000 liter, karena di musim kemarau sekarang ini tentunya sudah meluas tetapi para petugas tetap berupaya mendistribusikan air bersih setiap hari tanpa adanya libur dengan jumlah armada 4 tangki dan masing-masing memiliki kalasitas 5.000 liter ke sejumlah daerah terutama yang telah berdampak," paparnya. (AD/OL-10)

BERITA TERKAIT