18 September 2019, 07:15 WIB

Dari Penyemprotan, Hujan Buatan, hingga Salat Istiska


Nur Aivanni | Nusantara

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
 ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo meninjau penanganan kebakaran lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau.

KABUTasap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terlihat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Konsentrat polutan PM10 yang terkandung pada jerubu, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, terpantau pada kategori tidak sehat hingga berbahaya di Kota Pekanbaru, pagi itu.

Jarak pandang di wilayah Riau masih bervariasi. Di Pekanbaru, jarak pandang dilaporkan berkisar 800 meter hingga 1,2 kilometer.

Presiden Joko Widodo pun disambut suasana itu saat tiba di Masjid Amrullah yang berlokasi di dalam Kompleks Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, kemarin pagi.

Dengan mengenakan kemeja putih dan kopiah hitam, Presiden bergegas masuk ke masjid.

Sejumlah pejabat negara menyertai Presiden, di antaranya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur Riau Syamsuar, dan sejumlah pemuka masyarakat Riau.

Di masjid itu, Presiden Jokowi dan rombongan menunaikan salat Istiska, salat sunah yang dilakukan untuk meminta turunnya hujan kepada Allah. Salat itu biasa dilakukan ketika terjadi musim kemarau berkepanjangan atau krisis air.

Seusai menunaikan salat Istiska dua rakaat dengan imam Dr H Khairunnas Jamal, Presiden dan rombongan pun mendengarkan ceramah dari khatib Dr HM Fakhri.

ANTARA FOTO/Akhbari

Presiden Joko Widodo (kiri) melaksanakan sholat minta hujan (Istisqa) di Masjid Amrullah kompleks Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau .

Selanjutnya Presiden menyempatkan diri membagikan buku-buku kepada warga di luar masjid.

Setelah itu, rombongan Presiden langsung menuju landasan pacu untuk naik helikopter menuju lokasi karhutla.

Ada dua lokasi yang dikunjungi Presiden, yaitu lokasi kebakaran di Desa Merbau, Bunut, Kabupaten Pelalawan dan Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, yang berlokasi tidak jauh dari Kota Pekanbaru.

Seusai meninjau langsung dua lokasi itu, Presiden mengatakan pemerintah sudah melakukan segala upaya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan.

"Yang pertama, kita ini segala upaya, segala usaha, kan sudah dilakukan, yang di darat sudah semuanya, baik semprot di darat, tambahan pasukan kemarin sudah saya perintahkan juga hari Sabtu (14/9) . Kemarin datang totalnya 5.600 (personel)," kata Presiden. 

"Kedua, doa juga sudah kita panjatkan. Ritualnya sudah kita lakukan, tadi salat, tadi malam juga, tadi juga, salat Istiska," ujarnya.

Pemerintah, imbuh Presiden, juga berusaha membuat hujan buatan.

"Kemudian juga ini mau berangkat, hujan buatan, meskipun hari Jumat (13/9) juga sudah kita perintahkan. Sudah diterbangkan dan alhamdulillah saat itu di Indragiri Hilir juga hujan turun," papar Jokowi. 

Kepala Negara pun meminta masyarakat untuk tidak membakar lahan, baik di hutan maupun lahan gambut. "Upaya hukum kita lakukan, baik kepada perorangan maupun korporasi. Semuanya sudah ada tindakan tegas." (Nur Aivanni/Indriyani Astuti/Ant/X-6)

BERITA TERKAIT