18 September 2019, 07:20 WIB

Selain Gizi, Ibu Hamil juga Perlu Kelola Stres


(Rif/H-2) | Humaniora

123RF
 123RF
Ibu Hamil

MENGELOLA stres dengan baik selama masa kehamilan sangat penting, selain memastikan pemenuhan nutrisi bagi ibu dan janin. Pasalnya, kehamilan dengan tingkat stres yang tinggi akan berdampak negatif bagi keduanya. Psikolog Putu Andani mengingatkan hal itu dalam diskusi media Bicara Gizi-Menghadapi Kehamilan Risiko Tinggi, di Jakarta, kemarin.

"Dalam kondisi hamil normal, seorang ibu akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan perubahan psikologis yang dapat mengakibatkan tingkat stres yang tinggi. Kehamilan dengan tingkat stres tinggi tentunya dapat memberikan dampak negatif bagi ibu dan janin," kata Putu.

Ia mengatakan, dibutuhkan dukungan support system untuk dapat membantu ibu hamil mengelola tekanan stres. Pengelolaan stres yang terbaik dimulai dari diri sendiri.

Bila masalahnya berada dalam kendali ibu, gunakan metode problem focus dan cari solusi agar stres turun. Namun, saat menghadapi stres yang sumbernya di luar kendali, ibu hamil disarankan mencari kegiatan untuk meredakan emosi.

"Kalau memang nonton film dapat menenangkan, lakukan lah. Kalau memang membaca dapat menenangkan, ya bacalah, dan kalau memang makan dapat menenangkan, ya lakukanlah, tapi itu tetap perlu dikontrol," jelasnya.

Cara lainnya bisa dilakukan dengan metode journaling atau menuliskan keluh kesah. "Ada media bagi mereka untuk bercerita. Jangan takut menangis dan berkeluh kesah, itu bagian dari membuka diri, emotional focus coping," ucapnya.

Putu melanjutkan, metode lain yang bisa dipraktikkan para ibu hamil ialah spiritual focus. "Berserah dan berdoa kepada sang pencipta, ini yang kerap dilupakan ibu hamil saat mengalami stres," tuturnya.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan Ali Sungkar menambahkan, menjaga kualitas kesehatan jiwa dan gizi ibu hamil menjadi hal penting. Tidak hanya selama masa kehamilan, tapi juga sebelum kehamilan.

Merujuk data Riset Kesehatan Dasar 2018 Kementerian Kesehatan, terdapat 48,9% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia (kekurangan darah) dan satu dari lima ibu hamil tercatat mengalami kekurangan energi kronis (KEK).

Lantas, apa saja nutrisi penting yang harus diperhatikan calon ibu? Ali menjelaskan, protein, karbohidrat, lemak, kalsium, zat besi, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, asam folat, dan iodine merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan. "Perbaiki dulu gizinya dengan kebutuhan nutrisi. Setelah seluruh gizi terpenuhi, baru diperbolehkan hamil," cetusnya.

Pasalnya, kehamilan risiko tinggi yang tidak ditangani dengan baik berpotensi memiliki pengaruh terhadap anak di dalam kandungan, seperti perkembangan janin tidak sempurna, berat janin kurang, kelahiran prematur, maupun bayi berat badan lahir rendah (BBLR).

"Seribu hari pertama kehidupan, termasuk 270 hari di dalam kandungan, merupakan masa penting yang akan memengaruhui kondisi kesehatan dan tumbuh kembang si kecil di masa depan." (Rif/H-2)

BERITA TERKAIT