17 September 2019, 15:00 WIB

Waspadai Debu di Atas Permukaan Cat Mobil


Nurtjahyadi | Otomotif

bbc.com
 bbc.com
Ilustrasi debu yang menempel di mobil

USAI melakukan perjalanan baik jarak dekat maupun jarak jauh, umumnya permukaan cat kendaraan akan dipenuhi debu dan kotoran serta jelaga dari knalpot kendaraan lain. Untuk membersihkannya tidak bisa sembarangan.

Debu tipis mungkin dengan kemoceng masalah bisa selesai. Namun hati-hati juga memilih kemoceng.

Gunakan kemoceng yang lembut seperti bulu domba atau bulu ayam. Sapukan di atas permukaan bodi kendaraan berdebu secara mengambang (tidak ditekan).

Untuk debu yang terasa kasar, penggunaan kemoceng justru bisa berbahaya bagi permukaan cat. Debu kasar tersebut bisa jadi adalah partikel yang mengandung unsur bersifat abrasif seperti pasir kuarsa dan silika sehingga sangat berpotensi menggores permukaan cat kendaraan jika disapu dengan kemoceng.

Baca juga: Jurus Penting Menjelang Musim Hujan dari Chevrolet

Cara terbaik adalah dengan menggunakan air supaya zat abrasif tadi tersapu air. Caranya dengan menyemprotkan air ke seluruh permukaan bodi kendaraan hingga debu-debu kasar dan kotoran tersapu bersih oleh air.

Langkah berikutnya adalah dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi dengan menyetel pola semburan air menyebar, bukan terfokus. Jika Anda tidak memiliki alat penyemprot air bertekanan tinggi, Anda bisa melakukannya dengan cara lain.

Siram seluruh permukaan bodi kendaraan sambil diusap menggunakan telapak tangan. Setelah itu ulangi dengan menggunakan chamois.

Cara ini cukup ampuh untuk menghilangkan sisa-sisa debu yang masih menempel. Setelah itu Anda bisa melanjutkan dengan mencuci mobil seperti biasa.

Gunakan shampoo khusus. Saat ini banyak produk shampoo yang sudah dilengkapi kandungan wax (wash and wax). Alhasil cat kendaraan akan kembali cemerlang seperti habis dipoles.

Gunakan spons lembut untuk menyapukan shampoo ke seluruh permukaan cat lalu bilas dan sesegera mungkin mengeringkannya menggunakan chamois. Air yang dibiarkan mengering sendiri berpotensi besar meninggalkan bekas (water spot) yang sulit dibersihkan.

Jika kejadian air mengering sendiri tadi terjadi secara terus berulang-ulang akan menjadi kerak yang sering kita sebut sebagai jamur (padahal sejatinya bukan jamur). Jika sudah terlanjur akan semakin sulit membersihkannya.

Untuk mencegah hal itu, hindari mencuci kendaraan di bawah paparan sinar matahari, bahkan di tempat teduh di siang hari.

Waktu yang baik untuk mencuci adalah sebelum matahari terbit di pagi hari atau menjelang malam. Kecuali Anda memiliki ruangan khusus yang benar-benar terlindungi dari sinar matahari baik langsung maupun tidak langsung.

Banyak yang mengatakan tahapan mencuci mobil itu adalah mencuci bagian bawah seperti ban, baru kemudian ke bagian atas kendaraan.

Sebetulnya mau dimulai dari mana pun tidak masalah dengan catatan, Anda harus memisahkan alat-alat untuk mencuci ban dan bagian bawah kendaraan dengan alat-alat untuk membersihkan bodi.

Oleh karena itu siapkan lap khusus untuk bagian bawah kendaraan.

Sisa shampoo untuk membersihkan bodi masih boleh digunakan untuk membersihkan ban dan velek, namun sebaliknya sisa shampoo untuk membersihkan ban dan velek jangan digunakan lagi untuk membersihkan bodi.

Untuk bagian kaca jendela butuh penanganan khusus agar kaca benar-benar bersih tanpa bekas sisa-sisa air. Selain chamois bersih, siapkan pula lap microfiber, dan seember air bersih.

Baasahi chamois peras lalu usapkan ke permukaan kaca. Jangan biarkan terlalu lama, keringan segera sisa air yang ditinggalkan oleh chamois menggunakan lap microfiber hingga benar-benar kering. Cara ini paling efektif dibandingkan hanya mengandalkan chamois. Selamat mencoba. (berbagai sumber/OL-2)

BERITA TERKAIT