16 September 2019, 10:15 WIB

Korea Selatan Dukung Pengembangan Produk Koperasi Srikandi Banten


mediaindonesia.com | Nusantara

Istimewa
 Istimewa
PT Posco Indonesia Inti dan KSU Srikandi melakukan nota kesepahaman. 

JAHE merah yang diproduksi Koperasi Serba Usaha (KSU) Srikandi, Cilogon, Banten, mulai dilirik konsumen secara lebih luas. Ramuan jahe merah khas masyarakat suku Baduy yang memiliki khasiat menyehatkan diberi nama Jahe Laer.   

Sebagai produk dari KSU Srikandi, Jahe Laer memiliki produksi dan pasar terbatas. Untuk pengembangan produk hasil koperasi tersebut, perusahaan Korea Selatan (Korsel), Kratakau Posco, yang telah berdiri di Cilegon sejak 2014 turut mendukung pengembangan Jahe Laer produksi KSU Srikandi.

PT Posco Indonesia Inti dan KSU Srikandi melakukan nota kesepahaman. Melalui penandatanganan program One Village One Product (OVOP) atau Satu Desa satu Produk, produk unik tersebut akan di tingkatkan dan dikembangkan melalui kerja sama antara Posco dan KSU Srikandi.     

Park Yong-nam, Deputi Representatif Presiden dari Posco menyatakan,” Posco melakukan banyak kontribusi sosial, namun OVOP adalah aktivitas yang baru untuk kami. Bagaimanapun, Posco dan KSU Srikandi akan berkerjasama untuk membuat kisah yang sukses.”

Ketua KSU Srikandi Sri Titin mengatakan,“Posco telah memiliki kepedulian untuk usaha kecil menengah seperti kami sehingga KSU Srikandi akan memberikan upaya terbaik untuk mengoptimalkan dukungan ini.”

Pada 2013, Presiden Indonesia dan Presiden Korsel melakukan deklarasi untuk memperluas kerja sama bilateral antara kedua negara yang mendorong Kotra (Korea Trade Investment and Promotion Agency) dan KUKM (Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah) untuk melakukan MoU yang mendukung koperasi OVOP di Indonesia. Kotra mengajak Perusahaan Korea untuk ikut berpartisipasi untuk mendukung program OVOP.
 
Professor Dr. Bambang S. Laksmono, praktisi CSR dan Profesor dari Universitas Indonesia (UI) mendukung acara ini dengan memberikan kuliah singkat yang berkaitan dengan aktivitas CSR.

“Melalui pengalaman CSR POSCO yang sukses, kami selalu menemukan bahwa CSR itu secara dasar mencakup dua hal penting. Pertama adalah dimensi teknik seperti perencanaan, anggaran, target, evaluasi dan lainnya," kata Bambang.

"Namun sama pentingnya dalam mengembangkan produktifitas masyarakat adalah proses membangun hubungan dan komunikasi dengan pemangku kepentingan untuk menciptakan harmoni dan program yang berkelanjutan. Bagaimana kami dapat berkomunikasi dengan kepercayaan untuk tujuan umum dan pertumbuhan yang sukses,” jelas Bambang.

Lee Jong-yoon, Direktur Umum Kotra menjelaskan, “Kotra akan meneruskan untuk mengembangkan bisnis OVOP dengan pemerintah Indonesia, koperasi, dan perusahaan Korea. Kami belajar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik maka koperasi dan perusahaan Korea harus berkerja keras bersama." (OL-09)


 

BERITA TERKAIT