15 September 2019, 23:10 WIB

Taiwan Minta Dukungan Dunia di ICAO


MI | Internasional

AFP
 AFP
Menteri Perhubungan dan Komunikasi Taiwan, Lin Chia-lung

TAIWAN menyerukan semua negara di dunia untuk mendukung partisipasi Taiwan di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) demi memastikan keamanan penerbangan penumpang dan peredaran barang kargo.

Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan dan Komunikasi Taiwan, Lin Chia-lung, dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, akhir pekan lalu, dalam rangka perayaan peringatan ke-75 berdirinya ICAO tahun 2019 dan Sidang Majelis ICAO ke-40 yang akan diadakan pada 24 September di Kanada.

Lin mengatakan Taiwan memiliki hubungan transportasi udara yang erat dengan berbagai negara wilayah. Wilayah Informasi Penerbangan Taipei (Taipei FIR) bertanggung jawab atas arus lalu lintas udara yang besar di Asia Timur dan menyediakan lebih dari 1,75 juta layanan pengendalian lalu lintas udara pada 2018.

"ICAO semestinya memperhatikan kebutuhan Taiwan untuk membangun saluran komunikasi dengan ICAO dan secara langsung mendapatkan informasi peraturan dan ketentuan terbaru untuk memastikan transportasi yang aman bagi penumpang dan barang kargo di kawasan dan di seluruh dunia," tegas Lin.

Menteri Lin mengemukakan bahwa Taiwan tidak dapat berpartisipasi dalam pertemuan, mekanisme, dan kegiatan ICAO. Baik dari ketepatan waktu, pendanaan, dan operasinya, Otoritas Penerbangan Sipil telah membayar lebih daripada negara-negara lainnya untuk memastikan keselamatan penerbangan.

"Kami berharap ICAO mau memperhatikan Taiwan dalam Sidang Majelis ICAO, dan mendapatkan informasi dan legitimasi yang diperlukan untuk memenuhi tujuan kerja sama regional ICAO langit tidak berlubang (Seamless Sky) dan prinsip tidak ada yang dikecualikan."

Pada April 2019, Menlu G-7 mengeluarkan komunike menyerukan ICAO untuk menerima partisipasi semua anggota aktif penerbangan sipil internasional. (RO/I-1)

BERITA TERKAIT