15 September 2019, 22:50 WIB

Johnson Klaim Kemajuan Pembicaraan Brexit


MI | Internasional

AFP
 AFP
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson

PERDANA Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengatakan telah membuat sejumlah besar kemajuan menuju kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

"Ini akan membutuhkan banyak pekerjaan antara sekarang dan 17 Oktober ketika para pemimpin Uni Eropa berkumpul untuk KTT terakhir mereka sebelum Inggris dijadwalkan keluar dari blok itu," ujarnya kepada surat kabar Mail on Sunday, Sabtu (14/9) waktu setempat.

"Tetapi saya akan datang ke KTT itu dan akan membuat kesepakatan, saya sangat percaya diri. Jika tidak mendapatkan kesepakatan, kita akan keluar pada 31 Oktober," imbuhnya.

Komentarnya datang sebelum pembicaraan dengan Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan kepala negosiator Brexit Uni Eropa, Michel Barnier, di Luksemburg pada Senin.

Dalam analogi yang aneh, Johnson membandingkan Inggris dengan karakter buku komik Hulk.

"Semakin marah Hulk, semakin kuat Hulk dan dia selalu melepaskan diri, tidak peduli seberapa erat dia tampaknya--dan itulah yang terjadi pada negara ini," kata Johnson.

"Kami akan keluar (dari UE) pada 31 Oktober dan kami akan menyelesaikannya, percayalah," tegas Johnson.

Eksistensi oposisi parlemen terhadap pendekatan Johnson dibeberkan pada Sabtu ketika salah satu anggota parlemen Partai Konservatif membelot ke Demokrat Liberal pro-Eropa. Mantan menteri universitas Sam Gyimah mengecam ancaman Johnson untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan, dan menyerukan agar referendum Brexit 2016 dilaksanakan kembali.

Johnson ingin menegosiasikan kembali persyaratan yang dibuat pendahulunya, Theresa May, yang ditolak parlemen. Akan tetapi, para pemimpin UE berkeras bahwa kesepakatan itu ialah yang terbaik yang ditawarkan.

Poin utamanya ialah rencana backstop untuk menjaga perbatasan Inggris dengan Irlandia yang dapat membuat 'Negeri Ratu Elizabeth' itu terikat dengan peraturan perdagangan UE setelah Brexit. (Hym/AFP/I-1)

BERITA TERKAIT