14 September 2019, 11:45 WIB

Kisruh Tender Stadion BMW, Anies Minta Lihat SOP


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KISRUH tender lelang pembangunan Stadion BMW atau Stadion Jakarta International Stadium (JIS) masih berkepanjangan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pihak yang bertikai mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) lelang yang diterapkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

"Tender kan ada panitianya, ada prosedurnya. Biar direview oleh mereka yang mengelola. Kalau kami prinsipnya taati seluruh prosedur yang ada, perlindungan terkait bagi pemerintah dan aparatnya, ketaatan pada SOP. Itulah perlindungannya," kata Anies di Balai Kota, kemarin.

Pemenang tender Stadion JIS menuai polemik lantaran PT Jakpro menentukan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp4.085.552.000.000.

Protes keras datang dari konsorsium PT Adhi Karya-PT Hutama Karya-PT Nindya Karya-PT Indah Karya yang menawar lebih rendah, yakni Rp3.782.969.000.000 atau terpaut Rp300 miliar dengan spec sama.

Dalam proses lelang, KSO Wijaya Karya mendapatkan nilai teknis 66,14% dan nilai harga 27,78%, sedangkan KSO Adhi Karya mendapatkan nilai teknis 60,17% dengan nilai harga 15%. Pemprov DKI menggelontorkan dana sebesar Rp4,5 triliun kepada PT Jakpro. Menurut Anies Baswedan, selama SOP dituruti, pelaksanaan tender tidak akan melanggar aturan sehingga tidak akan ada pihak yang dikecewakan.

"Kalau SOP tidak ditaati akan muncul masalah, jadi bantu dicek saja SOP-nya seperti apa," ujarnya.

Mantan Mendikbud itu tidak terlalu mempermasalahkan siapa pemenang tender karena sepengetahuannya seluruh peserta tender merupakan perusahaan pelat merah.

"Adil itu buat saya nomor dua, kenapa? Wong yang mau bekerja dua-duanya ialah perusahaan milik negara. Jadi, kepada siapa pun Pemprov DKI membayarkan itu masuk kepada negara RI," tandas Anies.

Tidak demikian halnya dengan anggota DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Dewan dari Fraksi PDIP tersebut meminta tender diulang karena ada sejumlah kejanggalan dalam proses tender stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu.

Kejanggalan tender, menurut Gembong, dapat dilihat dari adanya jarak nilai harga penawaran yang sangat jauh antara konsorsium pemenang. Penawar lebih murah memiliki nilai plus dengan pengalaman membangun stadion berkualitas internasional.

"Ya, Fraksi PDIP minta untuk dilakukan tender ulang. Tapi jangan ini menghambat pekerjaan. Tetap percepatan kita butuhkan, tapi enggak boleh nabrak aturan," kata Gembong.

Stadion JIS mulai dibangun tahun ini setelah sempat tertunda selama 5 tahun. JIS digadanggadang menjadi stadion terbesar di Indonesia berstandar FIFA dengan nilai proyek Rp4,5 triliun.

JIS ditargetkan selesai 2021 dan akan menjadi markas Persija Jakarta setelah markas lama mereka di Stadion Lebak Bulus dirobohkan untuk kepentingan depo kereta moda raya terpadu pada 2014. (J-1)

BERITA TERKAIT