13 September 2019, 19:25 WIB

Visi Sergey Kovalchuk Dalam Foto Tradisi Tua Indonesia


Fathurrozak | Weekend

MI/Fathurrozak
 MI/Fathurrozak
Fotografer Rusia Sergey Kovalchuk (baju hitam) berpose di depan karyanya yang mengangkat tradisi-tradisi tua di Indonesia.
Fotografer asal Rusia, Sergey Kovalchuk, tengah menggelar pameran foto di St. Petersburg, Rusia hingga 22 September.

Sergey pertama kali datang ke Indonesia pada 2010 dan juga pernah memamerkan karya-karya fotonya tentang Indonesia pada 2011. Kali ini, ia kembali dengan proyeknya yang lebih berfokus pada tradisi-tradisi tua di Nusantara. 

Ia berkeliling dari Jawa, Kalimantan, Flores, hingga Papua. Sergey mengungkapkan, dalam seri proyeknya kali ini ia lebih berfokus pada tradisi-tradisi tua di Indonesia, dan hanya memberi sedikit porsi pada karya foto dengan lanskap alam. Foto-foto yang ia pamerkan juga dibukukan dan hanya dijual di Rusia. Karya yang dipamerkan merupakan hasil selama tiga tahun terakhir Sergey mengelana di berbagai daerah di Indonesia.
 
"Indonesia merupakan negara yang menarik. Apa yang saya dokumentasikan terkait budaya dan tradisi hanyalah sebagian kecil dari negara ini. Saya hanya memberi sedikit porsi foto tentang alam. Utamanya ialah tradisi-tradisi tua yang ada di sini, terkait bagaimana masyarakat dalam menjalankan budaya mereka. Saya pun jadi belajar tentang tradisi yang ada di banyak tempat," ungkap Sergey saat ditemui di Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia di Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, (11/9).
 
Salah satu yang Sergey angkat ialah tradisi Pasola di Sumba. Pasola merupakan upacara adat kepercayaan Marapu, yang mempertontonkan penunggang kuda bermain lempar lembing.
 
Sergey pun tak ingin terjebak pada kesan keeksotisan dan keindahan yang kerap dilekatkan pada budaya timur. Pendekatan yang ia lakukan ialah lebih berfokus pada tujuan menunjukkan sesuatu yang menarik bagi penikmat karyanya.
 
"Pameran-pameran yang saya lakukan seringnya berada di tempat terbuka. Di tengah-tengah orang-orang yang lalu lalang. Ide saya ialah menunjukkan sesuatu yang menarik bagi publik Rusia. Mereka bisa mempelajari terkait suatu budaya, seperti yang saya tunjukkan. Mereka mau mempelajari suatu tradisi, pergi ke tempat tersebut. Mereka bisa membaca dari informasi yang ada di keterangan foto dan mendengarkan informasi dalam bentuk audio."
 
Ia menambahkan, "Saya mempelajari budaya, tradisi, dan masuk ke desa-desa, bertanya ke beberapa orang, mengenai penjelasan tradisi yang mereka jalani. Mungkin saya juga masih butuh untuk memahami lagi tradisi-tradisi yang saya temui." (M-2)
 
 
BERITA TERKAIT