13 September 2019, 16:29 WIB

Wiranto: Politik Modus Baru Pembakaran Hutan


Golda Eksa | Humaniora

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
 ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menko Polhukam Wiranto (tengah) didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya (kanan) dan Kepala BNPB Doni Monardo (kiri)

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membeberkan bahwa politik merupakan modus operandi baru pembakaran hutan, seperti insiden yang terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

"Itu misalnya karena ada saingan politik dalam pilkada. Kasus itu juga saya minta tegas tangkap saja, hukum seberat-beratnya karena jelas merugikan kepentingan umum," ujar Wiranto.

Wiranto menyampaikan informasi itu saat memimpin rapat pengendalian kebakaran hutan dan lahan, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (13/9). Hadir pula Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Munardo, BMKG, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), serta para Kapolda dan Komandan Korem.

Menurut dia, sejauh ini kasus pembakaran hutan yang disebabkan oleh individu dan perusahaan telah berkurang. Presiden pun telah memerintahkan untuk menangani terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Itu lantaran asap akibat kebakaran tidak bisa dikendalikan dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

"Oleh karena itu rapat hari ini kita fokus kepada apa yang sudah kita lakukan, apa yang kurang, apa yang harus kita perbaiki, sehingga kita bisa segera menekan titik api ini. Dikurangi paling tidak asap yang sekarang ganggu masyarakat," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT