13 September 2019, 16:21 WIB

Belajar Lesehan, Siswa SDN Pekayon Jaya 3 Mengeluh Sakit Punggung


Gana Buana | Humaniora

Dok. Ist
 Dok. Ist
Siswa SDN Pekayon Jaya 3 Bekasi tidak mendapat meja dan kursi untuk belajar sehingga melantai

RATUSAN siswa SD Negeri Pekayon Jaya 3 terpaksa belajar tanpa meja dan kursi selama dua tahun. Renovasi bangunan sekolah yang dilakukan pada 2017 lalu ternyata tak disertai pengadaan mebel.

Fikri Muhammad, siswa kelas VI di SD Negeri Pekayon Jaya 3, mengaku sering sakit punggung usai pulang sekolah. Sebab, ia harus berjam-jam menulis dengan membungkuk saat belajar di sekolah.

“Suka sakit punggungnya, suka dibalurin minyak biar enak lagi sama ibu di rumah,” ungkap Fikri, Jumat (13/9).

Fikri merupakan satu dari beberapa siswa yang tidak membawa meja lipat untuk belajar. Ia terpaksa menggunakan tas ransel menjadi alas belajar.

“Dulu bawa cuma udah patah karena kedudukan, jadi sekarang enggak punya lagi,” kata Fikri.

Baca juga: Sudah 2 Tahun, Siswa SDN Pekayon Jaya 3 Belajar di Lantai

Siswa yang tidak membawa meja belajar sendiri memang nampak kesulitan, apalagi ketika menulis. Mereka terpaksa harus menunduk dengan kaki dilipat atau diselonjorkan untuk mencapai titik nyaman.

“Kadang kaki pun ikut kesemutan,” imbuhnya.

Wali Kelas 6A SD Negeri Pekayon Jaya 3, Agus Herlan, mengatakan tidak sedikit siswa yang kehilangan konsentrasi dengan ketiadaan mebel saat ini. Beberapa di antaranya kadang menggeluh pegal dan kesakitan karena telalu lama menunduk saat proses belajar mengajar.

“Banyak yang ngeluh, pak pegel pak lehernya, tapi saya coba bebasin siswa supaya dia nyaman buka sepatu, karena kalau dia pakai sepatu takut kotor lantainya,” jelas dia.

Selama ini, kata Agus, pihak sekolah menganjurkan siswa membawa meja lipat dari rumah masing-masing. Meja belajar yang dibawa siswa diperuntukkan agar memudahkan proses belajar mengajar.

“Jadi memang kita sarankan bawa meja belajar yang lipat, setiap mau mulai belajar mereka buka sendiri supaya tidak terlalu menunduk saat menulis,” ungkapnya.

Meja lipat tersebut ada yang disimpan di dalam kelas. Sebab, beberapa dari mereka memilih untuk tidak repot membawa pulang. Namun tidak sedikit juga siswa yang memilih membawa setiap hari meja belajarnya ke sekolah.

“Ada yang disimpan di sekolah, ada yang dibawa pulang khawatir hilang atau rusak,” imbuh dia.

Meski sudah disarankan membawa meja sendiri, beberapa siswa ada yang tidak membawa. Alasannya, mereka tidak memiliki uang untuk membeli meja guna keperluan proses belajar mengajar yang seharusnya disediakan di sekolah.

“Karena tidak semua membawa meja, ada yang membungkuk, ada yang mampu beli bawa (meja) yang nggak mampu nggak dibawa,” ungkap Agus.

Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SD Negeri Pekayon Jaya 3 terpaksa belajar tanpa meja dan kursi. Mirisnya kegiatan tersebut sudah mereka jalani hingga dua tahun. Kondisi belajar siswa tanpa mebel tersebut sudah terjadi sejak Desember 2017. Para siswa belajar dengan fasilitas seadanya.

Pemerintah setempat telah menganggarkan sekitar Rp11 miliar dalam APBD 2019 untuk pengadaan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membeli lemari kelas, white board, meja dan kursi siswa serta meja dan kursi guru.(OL-5)

BERITA TERKAIT