13 September 2019, 16:12 WIB

Kemensos Gelontorkan Rp7,3 Miliar untuk Papua dan Papua Barat


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/Mohamad Irfan
 MI/Mohamad Irfan
Agus Gumiwang

PEMERINTAH Kementerian Sosial telah mengucurkan Rp7,3 miliar untuk menstimulasi ekonomi Papua dan Papua Barat pascademo yang berbuntut kerusuhan Agustus lalu. Anggaran sebanyak itu menyasar 1459 warung atau toko yang sempat rusak bahkan hancur.

"Rapat tadi kita mengevaluasi bantuan-bantuan apa yang akan telah diberikan terkait pascakerusuhan di Papua bulan lalu. Kementerian Sosial sudah memberikan bantuan stimulan masing-masing Rp lima juta kepada usaha ekonomi produktif seperti warung-warung yang menjadi rusak dengan jumlah 1459 warung," terang Agus seusai menghadiri rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (13/9).

Menurut dia, bantuan itu dalam rangka pemulihan pascabencana sosial yang terjadi di Jayapura, Manokwari, Sorong dan Fakfak. Anggaran Rp 7,3 miliar disalurkan melalui Bank Mandiri untuk 1459 warung dan masing-masing pemilik warung akan mendapatkan Rp lima juta.

Sebanyak 242 unit usaha berada di Kota Jayapura, Provinsi Papua, kemudian untuk Provinsi Papua Barat tersebar di tiga wilayah yakni 31 unit usaha di Kota Sorong, Kabupaten Manokwari untuk 165 unit usaha dan Kabupaten Fak Fak untuk 1.021 unit usaha. Kemudian sisanya diberikan untuk santunan kepada masyarakat yang menjadi korban kejadian tersebut.

Selain itu, kata dia, Kementerian Sosial juga memastikan akan melaksanakannya program-program perlindungan sosial yang reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Stimulasi ini juga harus ada sokongan dari masyarakat dan Pemda supaya ekonomi di sana kembali pulih. Sebab kita juga terbatas fiskal," katanya.

Ia juga menerapkan bahwa seluruh masyarakat yang sempat mengungsi untuk menghindar dari kerusuhan sudah seluruhnya kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. " Untuk pengungsi sudah pulang ke tempat masing-masing," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT