13 September 2019, 15:10 WIB

Digitalisasi, Kemendikbud Siapkan Pengadaan Komputer Tablet


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
 ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi (kiri) menyampaikan paparan dalam diskusi 'Forum Merdeka Barat 9' di Jakarta

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong pengembangan digitalisasi sekolah, khususnya pada daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Program pengembangan digitalisasi ini dilakukan dengan melakukan pengadaan fasilitas penunjang berupa komputer tablet kepada tiap-tiap sekolah khususnya daerah 3T. Hal ini dilakukan agar para peserta didik dan tenaga pendidik di wilayah tersebut dapat mengikuti perkembangan zaman melalui teknologi informasi.

"Dengan ini, nanti anak-anak itu di samping dapat pelajaran, bapak ibu guru juga akan dapat pelajaran dari digital platform," kata Sekretaris Jendral Kemendikbud Didik Suhardi, di Hotel Grand Sahid Jakarta, Kamis (12/9) malam.

Ia menyebutkan, komputer tablet tersebut dapat dipinjamkan kepada para peserta didik ataupun tenaga didik untuk digunakan di lingkungan sekolah.

"Tablet ini dipinjamkan untuk siswa, gak dibawa pulang ke rumah, hanya di lingkungan sekolah saja dan disimpan di sekolah," jelasnya.

Baca juga: Awasi BOS, DPRD Minta Pemerintah Kontrol Ketat Bendahara Sekolah

Saat disinggung mengenai pengadaan jaringan internet pada sekolah di daerah-daerah 3T tersebut, ia menjelaskan tablet tersebut juga dapat digunakan secara offline.

"Untuk Daerah yang belum masuk internet, ini programnya tidak hanya online tapi bisa offline. Jadi nanti kita masukan program ke server kita nanti tinggal pakai lokal server, jadi tidak harus menunggu internet," ucapnya.

Diketahui, pengadaan tablet tersebut akan menggunakan anggaran dari dana sekolah bukan dari Kemendikbud. Nantinya sekolah dapat membeli dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan juga BOS Kinerja melalui katalog online.

Oleh sebabnya, terlebih dahulu pihaknya menyasar sekolah pada daerah-daerah 3T yang menerima dana BOS Afirmasi, namun ke depan pihaknya juga akan memberikan kepada sekolah-sekolah di luar daerah 3T.

"Kita kan selain program BOS, ada uang dari pusat jadi tahun depan kemungkinan kita programkan di pusat," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT