13 September 2019, 10:17 WIB

Bank Mandiri Pacu Pemerataan Ekonomi


Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA/FIKRI YUSUF
 ANTARA/FIKRI YUSUF
Direktur Bank Mandiri Donsuwan Simatupang (kiri) berbincang dengan pelaku UMKM binaan Bank Mandiri 

BANK Mandiri terus me­macu pemerataan eko­­nomi masyarakat dengan mendorong pengembangan pariwisata Tanah Air melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ber-ge­rak di sektor pariwisata.

Keberadaan UMKM sebagai penunjang sektor pariwisata dinilai penting untuk memastikan kenyamanan wisatawan saat beraktivitas di lokasi tujuan wisata.

“Semakin banyak UMKM yang terlibat dalam pemenuhan kebu­tuhan wisatawan diharapkan akan mendorong terjadinya persaingan yang sehat serta berdampak pada peningkatan efisiensi dan kualitas layanan yang diberikan,” ujar Direktur Retail Banking Bank Mandiri, Donsuwan Simatupang, dalam Talkshow Dukungan Bank Mandiri pada Pengembang­an UMKM Sektor Wisata di Balai Desa Adat Kutuh, Badung Selatan, Bali, kemarin.

Bank Mandiri menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp2,48 triliun selama periode Januari-Agustus 2019 kepada 32.416 pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Khusus untuk sektor pariwisata, Bank Mandiri telah menjangkau pembiayaan KUR kepada tujuh dari 10 lokasi destinasi wisata yang diprioritaskan menjadi The New Bali. Ketujuh lokasi tersebut yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tan­­jung Lesung, Bromo Tengger, Borobudur, dan Mandalika de­­ngan total limit Rp251 miliar kepada 3.114 UMKM.

Sebaran usaha penerima KUR pariwisata itu di antaranya usaha penyediaan akomodasi, usaha ke­­rajinan/makanan oleh-oleh khas, usaha restoran, serta kafe dan rumah makan. Selain itu, usaha penyewaan transportasi dan kendaraan roda dua atau perahu.

Donsuwan menambahkan, selain memberi dukungan pembia­yaan langsung kepada UMKM, Bank Mandiri juga memberikan  pelatihan khusus untuk memperkenalkan program promosi secara digital dan pemanfaatan solusi pembayaran online.

Di Desa Kutuh, Bank Mandiri menggandeng Google Business untuk memberikan materi soal promosi produk di situs Google. “Un­­tuk pembayarannya nanti bi­sa menggunakan alat pembayar­an online Mandiri,” kata Donsuwan.

Bantuan sosial
Talkshow yang dilakukan di Desa Kutuh itu merupakan bagian dari rangkaian acara Media ­Training. Bank Mandiri juga menyerahkan bantuan kepedulian sosial (CSR) sebesar Rp110 juta untuk membiayai pembangunan landmark patung dan taman wisata di Desa Kutuh.

Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Kutuh sebagai salah satu desa wisata di Pulau Dewata serta mem­­bantu memperkuat pereko­no­­mian lokal.

“Kegiatan CSR ini juga merupakan bagian dari komitmen dan keinginan Bank Mandiri untuk terus memakmurkan negeri,” tu­kas Donsuwan.

Kepala Desa Adat Kutuh I Made Wena dan Kepala Desa Kutuh I Wa­yan Purja yang hadir dalam acara itu sepakat bahwa untuk memba­ngun Desa Kutuh diperlukan ker­ja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

I Made Wena mengatakan, desanya kini memiliki 9 unit usaha dan 3 unit layanan berkat binaan dan bantuan yang diberikan oleh Bank Mandiri.

“Ke depannya kami harapkan Bank Mandiri akan terus bekerja sama dengan kami, sesuai dengan visinya, bersama membangun negeri,” tandas I Made Wena.

Donsuwan mengharapkan dukungan tersebut dapat meningkatkan daya tarik Kutuh sebagai salah satu desa wisata di Pulau Dewata. (Mir/E-3)

BERITA TERKAIT