13 September 2019, 11:15 WIB

Kekeringan, Puluhan Hektare Sawah di Sikka Terancam Gagal Panen


Alexander P Taum | Nusantara

MI/Alexander P Taum
 MI/Alexander P Taum
Petani Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka terancam gagal panen.

PULUHAN hektare sawah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kekeringan dan terancam gagal panen akibat panas berkepanjangan yang menyebabkan sumber mata air mengering dan air sulit dialirkan ke sawah.

Kanisius Karu, Petani Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Kamis (12/9) pagi, mengatakan hamparan sawah di wilayah Magepanda seluas 78 hektare milik warga Desa Done, terancam gagal panen karena mengalami kekeringan.

Pasokan air yang sangat minim menyebabkan sebagian tanaman padi mengering. Kondisi itu diperparah dengan kurangnya pasokan air dari Bendungan Ijura dan Bendungan Punaka yang mengering akibat kemarau panjang selama empat bulan terakhir.

Baca juga: Asuransi Ganti Kerugian Sawah Puso

"Tanaman padi berusia sembilan puluh hari ini mengering dari batang, daun, hingga bulir-bulir padi dan bahkan sebagian lagi sudah mati", ujarnya.

Petani pun resah karena kondisi sekarang tidak seperti 2018.  Kondisi kekeringan tahun ini lebih parah. Mereka khawatir tanaman padi yang sedang ditanami gagal panen.

Sementara itu, pemerintah Kabupaten Sikka yang telah usai memberlakukan masa tanggap darurat, 1-30 Agustus, masih menanti laporan kepala Desa, Lurah, dan Camat guna mempertimbangkan memperpanjang masa tanggap darurat. Terutama untuk membantu warga yang  krisis air bersih. (OL-2)

BERITA TERKAIT