13 September 2019, 09:40 WIB

Drone CH4 Jadi Andalan


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

ANTARA/ZABUR KARURU
 ANTARA/ZABUR KARURU
Latihan Gabungan (Latgab) TNI Dharma Yudha 2019 di Pusat Latihan Tempur Marinir di Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, kemarin

HARI KEEMPAT, TNI kembali menggelar latihan gabungan 2019 di pos tinjau T12 Puslatpu) Marinir-5 Baluran, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Pada latihan tempur yang menerapkan sistem komunikasi terintegrasi tiga matra dan bersandi Dharma Yudha ini melibatkan 12.500 prajurit dan menerjunkan 1/3 alat utama sistem senjata (alutsista).

Seperti 12 unit tank Leopard, 23 kapal perang, 16 unit F-16 Fighting Falcon serta sebuah pesawat nirawak.

Pelaksanaan Latgab TNI kali ini menggunakan dua metode, yaitu latihan posko dan latihan lapangan yang dilaksanakan secara berangkai dengan materi kampanye militer dalam bentuk operasi gabungan di Mandala Operasi.

Komando Gabungan TNI terdiri dari beberapa komando tugas gabungan dengan menampilkan seluruh kemampuan tempur prajurit TNI beserta alat utama dan alutsista.

Sebanyak 1.307 prajurit yang terdiri dari 271 penyelenggara dan 1.036 bertindak sebagai pelaku mengikuti latihan posko dan latihan lapangan melibatkan 10.409 prajurit yang terdiri dari 1.123 penyelenggara dan 9.286 pelaku.

Menurut Panglima TNI Mar-sekal Hadi Tjahjanto alutsista yang digunakan dalam latihan gabungan tahun ini sangat lengkap. Namun, secara jumlah hanya 1/3 dari keseluruhan yang dimiliki TNI saat ini.

''Yang berbeda dari latihan gabungan kali ini jika dibandingkan dengan sebelumnya, terdapat satu pesawat nirawak atau drone (UAV) jenis CH-4 yang dikendalikan dari Surabaya,'' ujarnya.

"Kemudian drone ini mampu mengintai serta melaksanakan penyerangan. Fungsi menyerang menggunakan bom dari ketinggian 15.000 kaki dengan sangat presisi," imbuh Hadi.

Drone itu merupakan hasil dari pengadaan dari rencana strategis kedua.

Pesawat nirawak itu berjenis medium altitude long endurance yang bisa terbang dengan lama durasi sampai 12 jam dan mampu menjangkau 1.000 km.

"Kemampuan itu bisa digunakan dengan dukungan satelit atau sistem BLOS (beyond line of sight). Tapi kalau hanya menggunakan NLOS (non line of sight) itu bisa dari Surabaya sampai ke tempat latihan ini di Situbondo.''

Pada kesempatan itu ia didampingi tiga kepala staf angkatan, yakni KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Kebanggaan bangsa

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan TNI meru-pakan salah satu kebanggaan milik bangsa Indonesia.

Pasalnya, kemampuan bertempur dan penguasaan teknologi terkait pertahanan TNI sangat baik dan dapat mengimbangi kekuatan militer negara-negara lain.

"Setiap negara harus mempunyai kebanggan. Banyak hal yang membuat negara punya kebanggan dan kehormatan. Salah satunya ialah kekuatan angakatan bersenjatanya. Kita bisa saksikan dalam latihan gabungan TNI 2019, Indonesia memiliki satu kekuatan angkatan bersenjata yang dapat dibanggakan juga mengimbangi kekuatan negara-negara lain," terangnya.

Wiranto yang hadir untuk mewakili Presiden Jokowi ini mengatakan kegiatan latihan gabungan yang salah satunya mempertunjukkan manuver dari alat utama sistem senjata milik TNI cukup membangkitkan kebanggaan.

Terlebih dalam latihan dengan dua metode, yakni latihan posko dan lapangan serta melibatkan tiga matra ini sangat sulit, namun TNI mampu melaksanakannya dengan mudah dan berjalan lancar. (P-1)

BERITA TERKAIT