13 September 2019, 09:35 WIB

Polisi Tangkap Ketua KNPB Mimika


Fer/P-4 | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Karopenmas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo

KEPOLISIAN diketahui telah menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika, Steven Itlay. Aktivis KNPB tersebut diduga terlibat dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat bersama Ketua United Liberation Movement For West Papua (ULMWP), Benny Wenda. "Ada fakta hukum (dugaan) ke arah sana, tunggu proses penyidikan lebih lanjut," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta, kemarin.

Dedi menyebutkan, penangkapan itu dilakukan pada Rabu (11/9) petang di Gerbang Universitas Cenderawasih. Saat ini kepolisian masih memeriksa Steven. Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan 4 unit telepon seluler, uang tunai Rp5,5 juta, 1 flash disk, dan 1 mobil. "Perannya masih diperiksa. Nanti dari alat bukti yang dimiliki akan dilihat konstruksi hukumnya," Dedi memaparkan.

Berdasarkan keterangan tertulis dari kepolisian, Steven diduga berperan dalam kerusuhan 29 Agustus 2019 lalu di Papua seperti membantu pengecekan KNPB wilayah, mengatur pergerakan KNPB Mimika, menginstruksikan dan mengatur mobilisasi massa dari Sentani, dan memberi instruksi kepada seluruh pimpinan KNPB wilayah.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Benny Wenda dan KNPB berada di balik aksi demo anarkistis yang terjadi di dalam dan di luar Papua. "Apa yang terjadi di Papua didesain kelompok itu untuk membuat kisruh. Direktorat Cyber sudah memantau kelompok-kelompok yang memproduksi berita-berita tentang Papua," katanya.

Tito mengatakan hal tersebut seusai menjenguk tiga anggota Polri yang menjadi korban kerusuhan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja. Kapolri juga memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa terhadap tiga anggota Polri tersebut. Tito menambahkan, keberadaan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) juga digerakkan ULMWP dan KNPB. Karena itu masyarakat diminta tidak terpengaruh dengan isu-isu yang dikemas untuk membuat Papua rusuh. (Fer/P-4)

BERITA TERKAIT