13 September 2019, 08:52 WIB

Penumpang Trans-Jakarta dan MRT Tembus Satu Juta


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/ BARY FATHAHILAH
 MI/ BARY FATHAHILAH
Penumpang menunggu bus TransJakarta di Halte TransJakarta Pasar Baru Timur, Jakarta

PERLUASAN ganjil-genap (gage) yang diberlakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terbukti berdampak pada jumlah penumpang bus Trans-Jakarta. Menurut Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono, terjadi penambahan penumpang Trans-Jakarta sejak kebijakan gage diterapkan mulai 9 September lalu. 

“Pada hari pertama diberlakukannya aturan tersebut, total penumpang Trans-Jakarta berjumlah 892 ribu orang per hari. Kemarin saya dapat laporan bahwa jumlah penumpang sudah tembus 907 ribu orang per hari. Kalau ditambah dengan (penumpang) MRT (moda raya terpadu), tembus satu juta penumpang,” kata Agung di Hotel Pullman, Jalan Thamrin Jakarta, Kamis (12/9).

Jika dibandingkan dengan penumpang pada Oktober 2018, menurut Agung, jumlah penumpang Trans-Jakarta 700 ribu per hari.

Kenaikan angka tersebut yang hampir mencapai satu juta penumpang, kata Agung, sudah sesuai dengan target yang ditetapkan.

Adanya aturan perluasan gage memang dimaksudkan untuk mendorong warga Jakarta agar mau beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Tujuannya adalah agar bisa menekan angka emisi kendaraan yang menyebabkan polusi udara Jakarta terburuk di dunia. Selain itu, tujuan lainnya ialah mengurangi kemacetan parah yang terjadi di berbagai jalan Ibu Kota.

“Yang jelas, gara-gara kebijakan baru ini, penumpang Trans-Jakarta jadi naik angka­nya. Kami berharap terus bertambah. Targetnya juga naik,” ujar Agung.

Baca juga: Serba-serbi Bus Listrik Jakarta

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan memberikan layanan yang maksimal, PT Transjakarta akan memperluas rute layanannya. “Kami akan menambah 18 armada,” tuturnya.

Menurut Kepala Divisi Sekretaris dan Humas Transjakarta Nadia Diposanjoyo, rencana perluasan rute akan memenuhi jangkauan warga Jakarta.

Rute baru tersebut, kata Nadia, akan membuat penumpang mudah mengakses ke lokasi pelayanan transportasi publik, yaitu stasiun, MRT, LRT, dan shelter bus Trans-Jakarta.

“Tentunya rute baru akan menjadi stimulus bagi warga yang selama ini naik mobil pribadi berpindah ke moda transportasi umum,” ucap Nadia. (Ins/J-2)

BERITA TERKAIT