13 September 2019, 08:55 WIB

Dari Reklamasi hingga Sahur Keliling


Insi Nanrika Jelita | Humaniora

MI/ROMMY PUJIANTO
 MI/ROMMY PUJIANTO
Presiden ketiga Alm BJ Habibie

BANYAK kenangan berkesan yang ditinggalkan Bacharuddin Jusuf Habibie. Kendati telah menjadi mantan presiden, ia tidak pernah berhenti memikirkan masa depan bangsa. Habibie juga sering memberikan wejangan kepada para pemimpin dan tokoh, baik yang bersifat pribadi maupun untuk kepentingan negara.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku pernah dipanggil BJ Habibie soal reklamasi. Saat itu, awal Juni 2019, Anies telah menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) terhadap ribuan bangunan di pulau reklamasi. Hal itu menuai polemik karena dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, Anies paling vokal untuk menghentikan reklamasi.

"Saya dipanggil Pak Habibie, (BJ Habibie mengatakan) 'Anies yang dihadapi (soal reklamasi) itu besar lo Nies, kamu hati-hati'," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Anies merasa panggilan BJ Habibie tersebut bentuk kepedulian kepada dirinya. Presiden ke-3 RI tersebut sekaligus menjalankan tanggung jawabnya sebagai negarawan.

"Beliau itu tidak diam, tapi (nasihatnya) tidak muncul ke publik. Sebagai negarawan beliau (tahu) membatasi mana yang harus bicara di depan umum, mana yang privat. Beliau orang yang tidak pernah berhenti peduli soal Indonesia," sambung Anies.

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri pun pernah diberi wejangan. Hanif masih ingat Habibie berpesan kepadanya agar sumber daya manusia Indonesia harus menguasai teknologi demi kemajuan bangsa.

"Tapi landasan utamanya juga harus disiapkan, yaitu kesehatan dan penanaman nilai-nilai, termasuk nilai-nilai kebangsaan. Pesan yang saya kira selaras dengan apa yang menjadi prioritas pemerintah saat ini," ucap Hanif.

Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid, punya pengalaman menarik saat menjenguk Habibie di kediamannya. Pria kelahiran Parepare 83 tahun lalu itu ingin ikut sahur keliling. Keinginan tersebut disampaikan sebelum Habibie masuk rumah sakit. Awalnya Habibie bercerita tentang pekerjaan yang sedang dijalani belakangan.

Di tengah cerita, Habibie menyeletuk ingin merasakan kegiatan sahur keliling yang sering dilakukan Shinta. "Saya jadi ketawa, saya pulang sampai dibawain sekotak kurma, itu yang membuat saya selalu ingat Pak Habibie," kata Sinta di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, kemarin, di sela-sela proses pemakaman BJ Habibie.

Egaliter

Kesan mendalam didapat eks ajudan Habibie, Tubagus (Tb) Hasanudin. Ia menyebut Habibie sangat mencintai sang istri, Hasri Ainun Habibie.

Cinta itu dibuktikan dengan sikap yang konsisten. Habibie, kata dia, hanya memakan masakan Ainun. Bila Habibie bertugas ke luar kota, Ainun memilihkan makanannya.

Tb Hasanudin juga mengagumi sikap Habibie yang egaliter dan tak pernah memandang rendah orang lain. "Pak Habibie ngajak saya makan. Dia secara egaliter, duduk dan ngobrol sama saya," kenangnya.

Menurut mantan Wakil Ketua Komisi I DPR itu, Habibie merupakan sosok yang taat beragama. Bapak Teknologi Indonesia itu tak pernah menunda ibadah salat dan selalu menjalankan puasa Senin-Kamis. (Medcom/P-2)

BERITA TERKAIT