13 September 2019, 07:30 WIB

Duka Mendalam untuk sang Teladan


Aiw/LN/*/PO/MR/SL/BY/RF/AD/FB/Ant/X-11 | Humaniora

Dok.MI
 Dok.MI
Masyarakat melepas jenazah Presiden ke-3 RI BJ Habibie yang diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (13/9)

PROSESI pemakaman Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie tidak hanya dihadiri tokoh-tokoh penting. Ribuan warga juga antusias datang ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Sejak pagi warga sudah berdiri di sepanjang bahu jalan menuju TMP Kalibata untuk menyambut iring-iringan pengantar jenazah yang akan lewat.

Sementara itu, di depan kompleks permakaman, warga dari berbagai daerah yang tidak dapat memasuki area itu berkumpul menunggu hingga upacara selesai.

Saat rombongan mobil yang membawa jenazah BJ Habibie tiba sekitar pukul 13.30 WIB, warga di luar permakaman pun menyambut dengan melafalkan Laa Ilaaha Ilallah.

Setelah upacara pemakaman usai sekitar pukul 14.45, warga diizinkan masuk. Mereka berbondong-bondong memasuki area TMP Kalibata untuk melihat secara langsung makam pria yang dijuluki 'Mr Crack' tersebut.

Seorang warga, Wiwin, yang bekerja sebagai guru PAUD, menyebut sengaja datang ke TMP Kalibata karena kagum akan pribadi Habibie.

Baginya, Habibie ialah lelaki anutan yang setia kepada istri, loyal terhadap negara, dan solid terhadap pertemanan. Meski hanya mengenal Habibie melalui televisi, guru PAUD Tunas Melati itu merasa memiliki ikatan emosional.

Warga lainnya, Rimba, 36, mengaku telah menunggu sejak pukul 12.00. "Saya ingin memberi penghormatan terakhir untuk Pak Habibie."

Lilin dan karangan bunga

Warga Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang menjadi tempat kelahiran Habibie, juga berduka. Sejak kabar meninggalnya mantan presiden itu menyebar, masyarakat Parepare dan sekitarnya berbondong-bondong mendatangi Monumen Cinta Sejati Ainun Habibie yang terletak di sebelah barat Kota Parepare. Mereka menyalakan lilin, berdoa, dan meletakkan karangan bunga.

Muhammad Ali, warga Sidrap, ikut datang ke monumen itu. Baginya, Habibie ialah sosok teladan dan inspirasi bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Parepare. "Beliau Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, rumah tempat kelahiran BJ Habibie di Parepare direncanakan untuk dijadikan museum Habibie guna mengenang jasa sang teknokrat tersebut.

Di daerah lainnya, warga melakukan salat gaib. Hal itu di antaranya dilakukan ratusan siswa SMP, SMA, dan Dewan Guru Sekolah Sukma Bangsa di Pidie, Aceh. (Aiw/LN/*/PO/MR/SL/BY/RF/AD/FB/Ant/X-11)

BERITA TERKAIT