13 September 2019, 07:25 WIB

Mr Crack Lampaui Zaman


Nur Aivanni | Humaniora

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Makam Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan pusara sang istri, Hasri Ainun Habibie, di Taman Makam PahlawanKalibata, Jakarta, kemarin

TEMBAKAN salvo ke udara menandai upacara militer pemakaman Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, 83, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, pukul 13.30, kemarin.

Sejumlah tokoh dan ribuan warga mengantarkan Bapak Teknologi Indonesia dan Bapak Demokrasi Indonesia itu ke peristirahatan terakhir. Suasana terasa sangat khidmat dan penuh keharuan terlebih ketika doa dibacakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Tampak hadir Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden M Jusuf Kalla, mantan Wapres Try Sutrisno dan Boediono, serta Ibu Negara ke-4 RI Shinta Nuriyah. Namun, tidak tampak tamu dari keluarga Cendana.

Presiden Joko Widodo memimpin upacara pemakaman Habibie. Makam pakar kedirgantaraan yang diakui di tingkat dunia itu berada di samping pusara istri tercintanya, Ainun Hasri Habibie. Keduanya menempati slot nomor 120-121 di TMP Kalibata.

Dalam sambutannya, Jokowi menilai Habibie sebagai sosok negarawan sejati, inspirator, dan ilmuwan yang meyakini bahwa tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Ia pun me-ngenang sosok Habibie yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, sebagai tokoh yang visioner sejak muda.

"Almarhum tidak hanya berpikir apa yang terjadi di Indonesia saat ini, tapi almarhum sudah berpikir dan bekerja untuk membangun Indonesia 50-100 tahun ke depan agar bisa lepas landas menjadi Indonesia maju," tuturnya.

Berkat visi yang dipegang Habibie, terang Jokowi, telah lahir industri-industri strategis di Indonesia dari dedikasi yang berbasis riset dan teknologi. "Selamat jalan, Mr Crack. Selamat jalan, sang pionir. Kami akan selalu ingat pesanmu: jangan terlalu banyak diskusi, jangan ce-ngeng, tapi terjunkan diri ke proses nilai tambah secara konsisten, pasti Indonesia akan terkemuka di Asia Tenggara dan dunia," pungkasnya.

Julukan 'Mr Crack' untuk Habibie muncul karena Habibie menemukan teori keretakan pesawat (progression crack theory) di Jerman. Habibie muda menemukan cara untuk meng-antisipasi struktur badan pesawat yang membuatnya menjadi lebih kuat.

Selamatkan ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, selain memberikan fondasi penting dalam berdemokrasi, Habibie juga membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi pada 1998. "Beliau sangat berperan dengan memberikan fondasi-fondasi yang penting dan kuat terhadap negara Indonesia, termasuk terkait perekonomian," kata Sri Mulyani dalam Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2019 di Jakarta, kemarin.

Putra sulung Habibie, Ilham Akbar Habibie, mengungkapkan masih ada mimpi ayahnya yang belum terwujud, yaitu menerbangkan dua pesawat buatannya secara komersial, yakni N-250 dan pesawat yang tengah dirancangnya, R-80.

"Seperti yang sudah disampaikan Jokowi, hal terkait penerbangan perdana N-250 pada 10 Agustus 1995," ujar Ilham di TMP Kalibata. (Ant/X-4)

BERITA TERKAIT