12 September 2019, 23:41 WIB

Taufik Hidayat : Jadi Pebulu Tangkis Top Tak Hanya Lewat Audisi


Antara | Olahraga

MI/Susanto
 MI/Susanto
Mantan pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Taufik Hidayat

POLEMIK PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ikut menjadi perhatian mantan pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Taufik Hidayat.

Peraih medali emas Olimpiade 2004 Athena itu pun menyebutkan, pada dasarnya, audisi bulu tangkis yang digelar PB Djarum yang jadi sentra polemik PB Djarum-KPAI bukanlah satu-satunya jalan meraih prestasi tertinggi di ajang tepok bulu tersebut.

"Audisi seolah-olah menjadi satu satunya jalan untuk bisa menjadi pebulu tangkis top. Dulu saya gak ikut audisi bisa aja. Masih banyak.Chandra Wijaya juara Olimpiade enggak. Riky, Rexy enggak juga," kata Taufik di Jakarta, Kamis (12/9)..   

Meski demikian, Taufik tak menampik peran PB Djarum dalam memajukan cabang olahraga bulu tangkis di Indonesia cukup besar. Adanya pernyataan penghentian audisi sebelumnya pun ikut menimbulkan dilema di kalangan pegiat bulu tangkis Indonesia.

Terlebih, klub bulu tangkis yang berpusat di Kudus, Jawa Tengah itu merupakan pihak yang mau dan mampu menggelontorkan dana untuk regenerasi pebulu tangkis Indonesia,

Baca juga : Audisi Umum Djarum Punya Andil Besar untuk PBSI

Namun, di sisi lain, ia menyebutkan, KPAI pasti punya alasan yang kuat dalam tudingan eksploitasu anak terhadap audisi yang digelar PB Djarum.

Melihat polemik yang telah mereda usai mediasi yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melibatkan PB Djarum dan KPAI, Kamis (12/9) siang, Taufik mengaku bersyukur.

Dalam mediasi tersebut, PB Djarum sepakat untuk mengganti nama ajang pencarian bakatnya dari Audisi Umum Beasiswa PB Djarum menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis tanpa menyertakan logo, merek, dan brand image Djarum.

"Perjanjiannya mereka (KPAI dan PB Djarum) yang tahu. Kalau sudah (selesai), ya syukur bisa masih tetap jalan karena (perdebatan) ini gak akan selesai dan hanya akan menjadi makanan publik," pungkas Taufik.

Sebelumnya, polemik PB Djarum-KPAI juga sempat ramai di jagat maya dengan kemunculan tanda pagar (tagar) yang menandai keberpihakan kepada dua lembaga yang berpolemik tersebut, diantaranya tagar #KamiBersama KPAI dan #BubarkanKPAI. (Ant/OL-7)

BERITA TERKAIT