13 September 2019, 04:00 WIB

Atlet Dididik untuk Jadi Juara


Akhmad Safuan | Olahraga

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/wsj.
 ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/wsj.
KEPALA STAF KEPRESIDENAN BERKUNJUNG KE GOR PB DJARUM

KEPALA Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko, kemarin, mengunjungi Gedung Olahraga (GOR) PB Djarum Jati Kudus, Jawa Tengah, untuk memastikan tidak mengeksploitasi anak seperti yang ditudingkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Kunjungan mantan panglima TNI itu ke markas PB Djarum disambut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Dia diajak berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas yang ada di GOR tersebut, seperti tempat latihan, dapur umum, dan asrama atlet. Moeldoko pun menyempatkan diri untuk berbicara langsung dengan para atlet dan menyemangati mereka untuk terus berlatih agar bisa berprestasi.

"Kalian harus terus bersemangat, saya juga terus bersemangat kuat hingga jadi panglima, bahkan dulu di Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) nomor satu," kata Moeldoko. Setelah melihat fasilitas yang ada serta mendapat keterangan terkait dengan segala program dari PB Djarum, Moeldoko pun menyimpulkan bahwa tudingan yang dialamatkan KPAI tidak benar.

"Di markas PB Djarum tidak ada unsur eksploitasi dari segi apa pun, yang ada ialah binaannya atlet yang dididik untuk menjadi juara. Ekploitasi untuk menjadi juara, jangat dibolak-balik kata eksploitasi ini," imbuhnya.

Di tempat para atlet berlatih, jika memang harus disebut eksploitasi, itu menurut Moeldoko positif. Menurutnya, juga tidak ada juara yang lahir tanpa kerja keras. Moeldoko pun meminta agar itu jangan dimaknai bahwa ada sebuah eksploitasi karena untuk menjadi seorang juara tidak ada latihan yang lembek.

"Mereka, para atlet, mengaku happy dan ingin wujudkan impiannya dengan berlatih sungguh-sungguh untuk mempersiapkan diri," pungkas Moeldoko.

Proses regenerasi atlet

Mantan atlet bulu tangkis nasional Yuni Kartika menyebut pencarian pebulu tangkis unggul yang dilakukan PB Djarum sejatinya ialah salah satu proses untuk mengantarkan atlet menuju pintu gerbang pentas dunia. Regenerasi dinilai akan mengkhawatirkan jika pencarian bakat melalui audisi yang diadakan PB Djarum dihentikan.

"Ini yang terpenting di sisi mata rantai paling bawah, yakni audisi, kalau harus berhenti ini benar-benar bisa mematikan bibit-bibit awal," kata Yuni yang juga merupakan jebolan PB Djarum.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Achmad Budiharto mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan PB Djarum merupakan peran swasta dalam melakukan pencarian bibit muda. Menurut dia, PBSI tidak dapat berjalan sendirian dalam membina sekaligus mencari bibit-bibit muda pemain bulu tangkis di Tanah Air.

"Dalam melakukan pencarian sekaligus pembinaan bibit-bibit muda, PBSI tidak bisa sendiri. Di sini, peran swasta sangat dibutuhkan, mengingat kemampuan pemerintah terbatas. Kolaborasi ini tentu bisa menghasilkan prestasi terbaik bagi bulu tangkis Indonesia di tingkat dunia," tutur Achmad.

Ketua Umum PBSI Wiranto mengatakan jika proses sebuah pencarian bakat tidak dilanjutkan, nasib badminton Indonesia akan terpuruk. (Ant/R-3)

BERITA TERKAIT